Yang Perlu Diketahui Turis Soal Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 18:55 WIB
Wabah coronavirus membuat banyak pelancong jadi berpikir dua kali untuk bepergian, terutama yang mengharuskan untuk keluar negeri. Penumpang menggunakan masker saat keluar dari terminal kedatangan Internasional di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah coronavirus alias virus corona membuat banyak pelancong jadi berpikir dua kali untuk bepergian, terutama yang mengharuskan untuk keluar negeri.

Virus yang bermula dari kota Wuhan di Hubei, China ini disebut mirip SARS dan mematikan.

Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui turis mengenai wabah virus corona:


1. Imbauan perjalanan

Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, Kanada, telah mengeluarkan larangan perjalanan (travel warning) bagi penduduknya ke China demi menghindari pemaparan virus corona.

AS, Jepang, Jerman, dan Italia juga sedang merencanakan evakuasi bagi penduduknya yang bermukim di Wuhan.

Sementara itu Indonesia hingga Kamis (30/1) belum mengeluarkan travel warning, namun masih berupa travel advice (imbauan perjalanan), karena masih menunggu rekomendasi WHO.

2. Penerbangan dan pelayaran

Maskapai yang berbasis di Asia, Eropa, dan Amerika Utara telah membatalkan rute penerbangan ke China.

Dari pemberitaan sebelumnya, beberapa maskapai yang melakukan penundaan ialah; British Airways, United Airlines, Lufthansa, Air Asia, Cathay Pacific, Air India, dan Finnair.

Bagi turis Indonesia yang hendak ke luar negeri dan memegang tiket penerbangan dengan transit di China, ada baiknya menghubungi pihak maskapai sebelum keberangkatan sehingga bisa mendapatkan informasi yang terbaru soal penundaan atau pembatalan penerbangan.

Begitu juga dengan kapal pesiar, seperti MSC, Costa, dan Royal Caribbean, yang membatalkan rute pelayaran ke pelabuhan di China.

3. Asuransi perjalanan

Maskapai penerbangan dan hotel kemungkinan besar mengembalikan uang pembayaran untuk konsumen yang perjalanannya dibatalkan akibat virus corona.

Tapi wabah virus tidak tercakup dalam sebagian besar polis asuransi pembatalan perjalanan standar, menurut TravelInsurance.com.

"Bagi mereka yang membeli layanan tambahan berupa Cancel for Any Reason (CFAR), beberapa layanan perlindungan pembatalan perjalanan mungkin tersedia," menurut Stan Sandberg, salah satu pendiri TravelInsurance.com.

"Bagi mereka yang memegang polis asuransi perjalanan, mereka harus menghubungi penyedia asuransi perjalanan untuk mengetahui apakah rencana pembatalan memiliki pertanggungan," saran Sandberg.

4. Bagi yang harus ke China

Sebaiknya tidak melakukan perjalanan saat sedang sakit. Namun pelancong yang tak bisa menghindari perjalanan ke China wajib membentengi diri dengan kesehatan imun dan perlengkapan kesehatan.

Orang yang hendak datang ke China disarankan menghindari kerumunan di tempat umum, kontak dengan orang yang sedang sakit, tak berkunjung ke pasar basah - terutama yang menjual hewan, serta tak lupa mencuci tangan dan mandi sesampainya di rumah.

CDC menyarankan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih selama kurang lebih 20 detik. Pembersih alkohol bisa digunakan jika tak ada air.

Orang yang baru sampai atau hendak pulang dari China namun mengalami demam lebih dari dua minggu sebaiknya langsung menghubungi rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Kenakan masker atau tutup mulut saat batuk pilek.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK