Kaiseki merupakan jamuan makan yang menyajikan sejumlah menu yang dibuat dengan keterampilan dan teknik yang tinggi. Setiap hidangan juga disajikan dengan estetika yang menawan. Kini, Kaeseki dapat dinikmati secara bebas. Pengalaman makan ala Kaeseki bahkan dinobatkan menjadi salah satu pengalaman makan terbaik di dunia.
Di zaman dahulu, Kaiseki hanya disajikan untuk kelas bangsawan kerajaan. Kaiseki juga bermakna keramahtamahan yang sepenuh hati. Prinsip utama Kaiseki adalah menyampaikan rasa hormat untuk membuat tamu merasa istimewa dan nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ruang makan itu, sudah tersedia sejumlah hidangan. Terdapat sakizuke atau makanan pembuka, nimono atau hidangan yang direbus, mukozuke atau sashimi, yakimono atau hidangan panggang, dan hanmono hidangan nasi. Makanan ini tak bisa langsung dimakan begitu saja.
Aturan pertama menyantap Kaiseki adalah memakan sedikit nasi dan makanan pembuka berupa sup yang berfungsi untuk menghangatkan perut. Sup hangat yang gurih akan langsung menggugah selera.
Setelah itu, sake bisa dinikmati bersama makanan pembuka lainnya berupa potongan-potongan makanan yang dibuat detail. Ada potongan daging bebek, cincangan daging kepiting, sayuran, jamur, dan salmon mentah.
Setiap potongan makanan memiliki rasa yang khas sehingga memberikan pengalaman makan yang kaya rasa. Masing-masing seolah saling melengkapi satu sama lain.
Aneka sashimi dan sushi yang masih segar dapat dinikmati setelah itu.
Selesai dengan sushi, Anda bisa merebus shabu-shabu yang terdiri dari daging dan aneka sayuran. Ketepatan dalam merebus menjadi kunci dari rasa shabu-shabu. Jangan sampai sayur terlalu matang karena bakal mengubah rasa.
Di akhir kaiseki, nikmati pula teh hijau hangat khas Jepang beserta mochi sebagai pencuci mulut. Upacara minum teh merupakan penutup kaiseki kali ini. (ptj/asr)