Virus Pada Kelelawar, dari Corona Hingga Ebola

tim, CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 14:42 WIB
Virus Pada Kelelawar, dari Corona Hingga Ebola Ilustrasi: Terdapat pelbagai macam virus pada kelelawar. (Foto: iStock/Martin Janča)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berdasar penelusuran beberapa peneliti sempat menyatakan bahwa sumber dari virus corona jenis baru atau novel Coronavirus (2019-nCoV) diduga kuat adalah ular jenis tertentu. Meski begitu peneliti lain berpendapat kemungkinan besar sumbernya adalah kelelawar.

Virus corona menyebar pertama kali di WuhanChina pada 31 Desember 2019. Wabah ini lantas menjalar ke pelbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura juga Australia.

Dokter Peter Daszak, Presiden dari EcoHealth Alliance--sebuah organisasi nirlaba isu kesehatan lingkungan--mengatakan memang belum jelas bisa memastikan sumber penyebar virus ini.


"Ketika Anda melihat urutan genetik virus dan mencocokkannya dengan setiap Coronavirus, maka yang paling mendekati adalah berasal dari kelelawar,"kata Peter Daszak yang bergulat sepanjang 15 tahun di China mempelajari mutasi penyakit dari hewan ke manusia seperti dikutip CNN.

Tapi jika prediksi itu benar, wabah tersebut akan bergabung dengan virus dan penyakit lain yang pembawanya adalah kelelawar.


Seperti dikutip New York Times, seekor kelelawar mampu menjadi inang alami pelbagai virus tanpa sedikitpun menderita sakit. Mamalia bersayap ini sebelumnya juga menjadi penampung sejumlah virus seperti Marburg, Nipah dan Hendra yang mengakibatkan penyakit juga wabah di Malaysia, Afrika, Bangladesh hingga Australia. Termasuk juga virus Ebola.

Dugaan tersebut menguat ditambah penelitian yang dirilis jurnal medis, Lancet. Profesor Guizhen Wu dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok merujuk studi Lancet menyatakan data mereka sejauh ini konsisten menunjukkan virus corona ini dibawa oleh kelelawar.


Dua wabah akibat virus corona yang belakangan terjadi yakni sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) dan sindrom pernapasan akut parah (SARS) pun dibawa oleh kelelawar. Memang acapkali ada pula perantara lain yang terlibat. Seperti pada wabah SARS pada 2003 yang juga dibawa kucing dan musang, sementara MERS yang menyerang pada 2000-an juga dibawa oleh unta.

Adapun untuk kasus virus Nipah--yang menyebabkan berbagai gejala termasuk radang otak, penelusuran menemukan infeksi ini berasal dari jus getah pohon kurma yang terkontaminasi urin atau air liur kelelawar. Kelelawar biasanya bertengger di pohon-pohon yang getahnya diambil oleh penduduk setempat.

Virus pada Kelelawar, Mulai Marburg Sampai CoronaInforgrafis virus corona. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Fakta bahwa virus corona jenis baru tersebut berkaitan dengan kelelawar bukan temuan yang mengejutkan. Seorang virolog dari Departemen Penyakit Menular Imperial College di London mengungkapkan kelelawar dikenal sebagai pembawa virus atau penyakit yang patut diperhitungkan.

"Ini tidak mengherankan bagi ahli virus yang sering menangani virus yang dibawa kelelawar. Kelelawar dikenal sebagai penular atau reservoir yang penting dan berpotensi kembali memunculkan lagi sebagai zoonosis," jelas Giotis.

Zoonosis merupakan penyakit dan infeksi yang secara alami bisa ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Giotis lebih lanjut menduga, kemungkinan dalam kasus ini yang menjadi pelakunya adalah kelelawar tapal kuda. Sebab kata dia, spesies jenis inilah yang umumnya berada di China.

[Gambas:Video CNN]


(NMA/NMA)