Diet Rendah Protein Tekan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 08:59 WIB
Diet Rendah Protein Tekan Risiko Penyakit Kardiovaskular Ilustrasi. Studi teranyar menemukan, membatasi asupan makanan tinggi protein dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. (Istockphoto/Wiktory)
Jakarta, CNN Indonesia -- Topik terkait diet tak pernah ada matinya. Demi tubuh ideal dan jauh dari ancaman penyakit, orang beramai-ramai mencari pola diet yang tepat juga sesuai. Salah satunya, berkaitan dengan pencegahan terkena kardiovaskular atau penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Studi teranyar menemukan, membatasi asupan makanan tinggi protein bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini bisa jadi batu pijakan untuk angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Makanan kaya protein secara alami mengandung asam amino sulfur yang tinggi. Ini bisa ditemukan pada daging, produk susu, kacang-kacangan, dan kedelai.



"Selama bertahun-tahun sudah diketahui bahwa diet pembatasan asam amino sulfur bermanfaat untuk memperpanjang usia hewan. Studi menunjukkan bukti bahwa asupan asam sulfur amino berlebih berkaitan dengan kemunculan penyakit kronis pada manusia," jelas ahli kesehatan masyarakat, Profesor John Richie dari Penn State College of Medicine, mengutip CNN.

Dalam sebuah tes pada hewan, diet pembatasan asam amino sulfur mampu menunda penuaan dan meningkatkan harapan hidup. Studi pada tikus menemukan, pembatasan methionine (unsur asam amino sulfur) sebesar 80 persen bisa meningkatkan harapan hidup hingga 43 persen.

Akan tetapi, hasil temuan tidak bisa sepenuhnya diterapkan pada manusia. Asam amino sulfur berperan besar dalam pertumbuhan. Kekurangan asam amino sulfur dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan.


Kemudian analisis pada 2018, Richie dan tim menemukan diet serupa tanpa harus khawatir soal gangguan pertumbuhan. Studi menemukan, pembatasan konsumsi produk hewani mampu memberikan manfaat kesehatan bagi orang dewasa. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Lancet EClinical Medicine ini mengecek asupan produk hewani dan darah pada lebih dari 11 ribu partisipan.

"Orang yang banyak mengonsumsi produk nabati seperti buah dan sayuran akan mengonsumsi asam amino sulfur yang lebih rendah. Hasil ini mendukung beberapa manfaat kesehatan dari diet nabati atau vegan," jelas pemimpin studi, Zhen Dong.

Peneliti juga menemukan bahwa tingkat konsumsi asam amino sulfur orang Amerika Serikat begitu tinggi. Rata-rata mengonsumsi sekitar 2,5 kali lipat dari jumlah yang disarankan. Padahal, konsumsi asam amino sulfur berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

[Gambas:Video CNN]

(els/asr)