CELOTEH WISATA

Belajar Sepatu Roda Bareng Komunitas Rad Supersonic

CNN Indonesia | Minggu, 09/02/2020 13:08 WIB
Belajar Sepatu Roda Bareng Komunitas Rad Supersonic Komunitas roller skate Rad Supersonic saat berlatih di Stadion GBK, Senayan, Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rasa rindu akan sensasi menyusuri aspal dengan alas kaki beroda membuat tekad Marina Tasha atau akrab disapa Acha, bulat untuk kembali menjajal roller skates.

Dengan tekad itu, perempuan yang berkarier sebagai make-up artist ini membidani Rad Supersonic, komunitas penggemar roller skates di Jakarta.

Rad Supersonic kerap berlatih sepatu roda di sejumlah kawasan olahraga di Jakarta. Paling sering di Gelora Bung Karno, Senayan.


Biasanya mereka berlatih sepulang kerja di area Pintu 3. Di situ satu-satunya tempat di mana olahraga beroda boleh dilakukan di area GBK.

Namun jalan Acha menggali kegiatan olahraga yang terakhir kali berjaya di tahun 1980-an itu tergolong tak mudah. Terakhir ia main sepatu roda sudah belasan tahun lalu, ketika dirinya masih duduk di bangku SMP kelas 2.

Tahun 2018 rasa rindunya akan roller skates memuncak. Tapi hampir tak ada yang menjual sepatu roda beroda empat. Yang ada hanya sepatu inline skates.

Perlu diketahui ada dua macam sepatu roda, yakni inline skates dan roller skates. Keduanya sama-sama beroda empat, tapi letak rodanya yang berbeda.

Pada inline skates letak roda sejajar. Sedangkan roller skates letak rodanya berbaris, dua di depan dan dua di belakang.

Langkanya roller skates di Indonesia bisa dimaklumi. Karena pada dasarnya inline skates dibuat sebagai teknologi lebih mutakhir pada sepatu roda. Maka itu roller skates dianggap jadul.

Namun Acha tak langsung menyerah. Ia akhirnya nekat memodifikasi salah satu sepatu sneakers yang kerap dipakai untuk bersantai.

"Sempet nyari-nyari [roller skates] yang second ke luar [negeri] lah. Tapi kalau beli di luar yang second kan aku nggak tahu nyampenya di sini gimana. Taunya di luar [negeri] banyak yang custom. Akhirnya aku minta tolong juga sama [orang] di Bandung yang bisa masangin. Custom pakai sepatu Vans ku," tuturnya kepada CNNIndonesia.com, saat ditemui pada akhir pekan kemarin.

Belajar Sepatu Roda Bareng Komunitas Rad SupersonicAcha saat meluncur di atas sepatu rodanya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Dari situ ia mulai kembali mendalami dunia roller skates. Beberapa kali ia bertemu dengan atlet roller skates yang akhirnya dijadikan guru untuk mengulik teknik bermain yang benar, karena ia sudah menguasai teknik dasar sebelumnya.

Salah satu gurunya ialah Om Dece, yang juga punya banyak koleksi roller skates jadul untuk disewakan.

Ada juga Mas Dicky dan Mas Baron yang dulu sempat eksis saat zaman bar Lipstick di Blok M berjaya. Bahkan kini Mas Baron bergabung dengan Rad Supersonic.

Melihat Acha rajin berlatih sepatu roda lambat laun teman-temannya menyusul. Bersama-sama mereka menyewa roller skates dan berguru kepada Om Dece. Dari situlah terbentuk Rad Supersonic.

"Setiap sekali seminggu Om Dece datang ke Jakarta. Bawa sepatu-sepatunya dan ngajarin kita. Tapi lama-lama mahal. Dulu kita kelas sama nyewa sekali datang Rp200 ribu sampai Rp250 ribu per orang," kenang Acha.

Acha lalu berpikir untuk membuka toko roller skates dan membuka kelas roller skates. Jadilah ia giat berburu sepatu roda di berbagai negara, mulai dari Australia, Eropa sampai Amerika.

Toko roller skates online besutan Acha, Skate Lovers Shop, lalu beroperasi melalui akun Instagram @skatelovershop.

Dari yang berwarna-warni sampai yang berupa klasik. Harganya beragam dari Rp1,5 juta sampai belasan juta.

"Harga tergantung spesifikasi dan bahannya. Spesifikasi misalnya ada roda indoor, outdoor. Plate-nya ada yang alumunium, magnesium, plastik sampai nylon. Paling mahal magnesium karena paling kuat, tapi paling ringan. Ya ada harga ada kualitas sih," jelasnya.

Belajar Sepatu Roda Bareng Komunitas Rad SupersonicSiapa saja bisa bergabung dengan komunitas Rad Supersonic. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Kelas sepatu roda

Usai tokonya banyak dikenal, Acha mengembangkan bisnisnya dengan membuka kelas belajar roller skates. Tempatnya di Blok M Mall, Jakarta Selatan.

Kelas yang dibuka Acha beragam. Mulai dari basic, intermediate, advance sampai kelas roller skates dance.

Untuk mengikuti satu sesi kelas bisa didapat dengan merogoh kocek sebesar Rp100 ribu untuk yang sudah punya sepatu. Kalau mau sewa sepatu di sana, tinggal tambah Rp50 ribu lagi.

Dibutuhkan setidaknya tiga sampai empat kali kelas buat pemula supaya bisa lihai bermain roller skates. Satu kali sesi kelas berdurasi satu jam.

[Gambas:Instagram]

Belajar di kelas bakal terasa lebih singkat ketimbang belajar sendiri. Acha cerita ia butuh waktu setidaknya dua bulan untuk belajar teknik bermain roller skates setelah menguasai teknik dasar.

"Selama dua bulan itu latihannya tidak rutin karena ada kesibukan lain. Intinya semakin sering latihan, semakin mudah menguasai tekniknya," kata Acha.

Selain sepatu roda, untuk bermain roller skates juga butuh beberapa barang tambahan.

Salah satu yang paling penting adalah alat pengaman lengkap, mulai dari pengaman pergelangan tangan, lutut, siku sampai helm.

Pengajar di kelas-kelas Skatelovers Shop tak lain anggota dari klub Rad Supersonic. Bahkan tak jarang Acha mendukung murid-muridnya agar turut membuat klub sepatu roda baru.

Seperti yang dilakukan Sonya, Hanna dan Raras misalnya. Baru awal tahun ini mereka akhirnya membuat klub Magic Rollerskate. Mereka terdiri dari delapan orang perempuan yang gemar bermain roller skates.

"Kita paling sering main di GBK. Kadang bareng sama anak-anak Rads. Tapi nggak jarang juga kita keliling. Kadang ke BSD Theme Park atau ke Bogor gitu," ujar Raras.

(fey/ard)