Mengenal Kakeibo, Seni Mengelola Uang ala Jepang

Tim, CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 07:36 WIB
Bagi orang Jepang, kerapian dalam hal keuangan sama pentingnya dengan kerapian rumah. Kakeibo hadir membantu orang Jepang mengelola pengeluaran bulanannya. Ilustrasi. Kakeibo atau seni menulis jurnal penganggaran membantu orang Jepang mengelola keuangannya. (danquocbuu/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menabung bukan perkara mudah. Sebagian besar penghasilan bulanan dikeluarkan untuk biaya sewa, tagihan, makanan, dan masih banyak lagi. Tanpa Anda sadari, terkadang Anda harus mengeluarkan uang ekstra untuk hal-hal yang tak perlu.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mencontoh orang-orang Jepang dengan membuat kakeibo atau jurnal penganggaran. Bagi orang Jepang, jurnal ini sangat membantu mengawasi pengeluaran bulanan.

Mengutip situs Ladders, orang Jepang percaya bahwa kerapian dalam keuangan sama pentingnya dengan kerapian rumah.


Kakeibo ditemukan pada 1904 silam oleh seorang jurnalis perempuan Jepang pertama, Motoko Hani. Fumiko Chiba, penulis buku Kakeibo: The Art of Saving Money menulis bahwa jurnal penganggaran ini menjadi salah satu alat 'pembebasan' bagi kaum hawa. Perempuan memegang kendali atas semua keputusan keuangan.

Sederhana saja, kakeibo berpusat pada sebuah jurnal yang membantu Anda mengelola pengeluaran. Ide utamanya adalah melacak berapa banyak penghasilan dan pengeluaran Anda dalam sebulan. Dengan mencatat tujuan dan pengeluaran harian dalam jurnal, Anda akan memiliki kontrol penuh terhadap pengeluaran.

Para ahli bahkan mengklaim bahwa kakeibo membantu Anda memotong pengeluaran hingga 25 persen.

"Ketika Anda menggunakan kakeibo, Anda akan belajar bahwa menabung adalah tentang membelanjakan uang dengan baik," tulis Chiba dalam bukunya.

Kakeibo dimulai dengan menetapkan anggaran bulanan. Pada awal setiap bulan, pikirkan dengan sadar tentang apa yang Anda butuhkan, seberapa banyak uang yang ingin Anda tabung, dan apa yang harus Anda lakukan untuk mencapai hal tersebut.

Siklus bulanan kakeibo bergantung pada empat pertanyaan berikut:

1. Berapa banyak uang yang saya miliki?
Pertanyaan nomor pertama merujuk pada penghasilan bulanan Anda.

2. Berapa banyak yang ingin saya simpan?
Jika Anda ingin menabung setiap bulan, jangan tetapkan jumlah yang terlalu tinggi.

3. Berapa yang saya belanjakan?
Buat daftar kategori pengeluaran. Kakeibo membagi beban keuangan menjadi empat bidang utama pengeluaran, mulai dari yang utama hingga yang tak terduga.

Orang Jepang umumnya membagi empat bidang utama dengan kelangsungan hidup (biaya sewa rumah atau apa pun, tagihan, dan makanan), budaya (hiburan seperti biaya TV kabel), opsional (hal-hal yang tidak perlu tapi ingin dibeli), dan ekstra (biaya tak terduga).

Anda dapat membuat bidang utama sendiri sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.

4. Bagaimana saya bisa meningkatkan jumlah uang yang ditabung?
Untuk poin nomor empat, perhatikan kembali catatan nomor tiga yang telah Anda tulis. Perhatikan di area mana Anda menghabiskan uang terlalu banyak. Analisis setiap kategori dan tinjau bagian mana yang bisa Anda potong agar lebih hemat.

Satu hal yang perlu dicatat, bedakan antara 'keharusan' dan 'keinginan' jika Anda ingin menggunakan metode kakeibo. Ini merupakan cara tercepat untuk mengidentifikasi area pengeluaran.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK