Tahapan Virus Corona, Ringan Hingga Menyebabkan Kematian

tim, CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 13:19 WIB
Tahapan Virus Corona, Ringan Hingga Menyebabkan Kematian Ilustrasi: Virus corona bisa mengakibatkan pneumonia hingga kematian. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perkembangan novel corona virus (2019-nCoV) semakin meluas ke sejumlah negara. Virus corona yang berasal dari WuhanChina ini dapat menyebabkan pneumonia hingga berujung kematian. Namun, untuk dapat mengakibatkan kematian, virus ini mesti melalui sejumlah tahapan.

"Virus corona tidak langsung menyebabkan kematian," terang ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto dalam diskusi Mundhipharma Indonesia.

Berikut sejumlah tahapan virus corona dapat menyebabkan kematian.



Penularan

Agus menjelaskan virus corona dapat menular dari hewan ke manusia dan manusia ke manusia. Penularan dari manusia ke manusia umumnya terjadi lewat cairan tubuh orang yang terinfeksi seperti cairan bersin atau dahak yang masuk melalui mulut, hidung, atau mukosa mata.

Inkubasi

Pada manusia, virus ini berkembang biak pada reseptor yang terdapat di saluran pernapasan. Di tubuh manusia hanya terdapat beberapa reseptor tempat virus berkembang yakni saluran pernapasan dan saluran cerna.

Masa inkubasi virus corona hingga menimbulkan gejala berlangsung selama 2-14 hari.

Tahapan Virus Corona, dari Ringan Hingga Menyebabkan KematianIlustrasi: Masa inkubasi virus corona hingga menimbulkan gejala berlangsung selama 2-14 hari. (Foto: STR / AFP)

Menyebabkan ISPA

Setelah itu, virus bakal menyerang sistem saluran pernapasan atas sehingga menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Gejala yang muncul meliputi demam, meriang, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.

ISPA berlangsung mulai dari hidung dan tenggorokan sehingga menyebabkan rhinitis, rhinofaringitis, dan nasofaringitis. Penyakit ini berkaitan dengan peradangan pada lapisan hidung hingga tenggorokan.

Selanjutnya, virus terus bergerak ke bawah menyebabkan faringitis, laringitis, dan bronkitis. Penyakit ini terjadi pada tenggorokan yang menghubungkan hidung dan paru-paru.

"Jika sudah memiliki gejala ini, langsung ke dokter. Jangan menunggu terlalu lama," ucap Agus.


Menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah

Virus corona terus bergerak secara progresif menuju saluran pernapasan bawah dan menyebabkan pneumonia atau radang paru-paru.

"Awalnya ISPA, lalu progresif menjadi pneumonia. Virus flu biasa umumnya hanya sampai pada ISPA dan dapat sembuh sendiri dengan mengandalkan sistem kekebalan tubuh. Pada corona, virus dapat berlanjut menyerang sistem saluran pernapasan bawah yaitu paru-paru," tutur Agus.

Agus menyebut angka kematian akan meningkat jika virus sudah mencapai saluran pernapasan bawah. Pasalnya, paru-paru merupakan organ yang berfungsi menerima oksigen dan menyebarkan ke seluruh tubuh.

Saat terjadi pneumonia, asupan oksigen berkurang. Dan menyebabkan kegagalan pernapasan dan menimbulkan gejala seperti sesak napas.

Tahapan Virus Corona, dari Ringan Hingga Menyebabkan KematianInfografis wabah corona. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Kegagalan organ

Saat terjadi kegagalan pernapasan, organ lain dalam tubuh juga ikut kekurangan oksigen dan tak dapat mengerjakan tugas dengan sempurna.

Salah satu yang terjadi adalah sepsis atau tubub mengalami keracunan akibat disfungsi organ dan sulit untuk ditangani sehingga menyebabkan kematian.


Penanganan

Namun, tak perlu panik dan khawatir pada virus corona. Jika memiliki gejala demam, batuk, pilek, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan.


Walaupun virus corona Wuhan belum memiliki obat dan antivirus, gejala dapat ditangani dengan sejumlah pengobatan. Dokter spesialis paru Erlina Burhan menyebut tubuh memiliki sistem imun yang dapat melawan virus, termasuk corona.

Saat ini, angka kematian akibat virus corona Wuhan adalah 2-3 persen.

"Artinya, hanya sedikit kasus yang berakhir dengan kematian. Umumnya terjadi pada orang yang sudah memiliki penyakit penyerta atau daya tahan tubuh yang rendah," ucap Erlina.

[Gambas:Video CNN] (ptj/NMA)