5 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi ketika Diet

Grab, CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 15:59 WIB
Kunci menjalankan diet sehat adalah makan dalam jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan harian. Ilustrasi ikan salmon untuk sumber protein. (Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kunci dari menjalankan diet sehat adalah makan dalam jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan harian. Seimbangkan makanan yang dikonsumsi dengan energi yang dikeluarkan.

Jika makan atau minum lebih dari yang dibutuhkan tubuh, jelas tubuh akan bertambah gemuk karena asupan energi yang masuk tersimpan sebagai lemak. Sementara apabila makan dan minum terlalu sedikit, berat badan tentu akan turun.

Namun perhatikan juga jenis makanan yang ditelan untuk memastikan tubuh Anda mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Ahli nutrisi menyarankan rata-rata pria mengonsumsi 2.500 kalori, sedangkan wanita membutuhkan sekitar 2.000 kalori per hari.



Agar kebutuhan kalori tetap seimbang dan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup, ada 5 jenis makanan yang harus diperhatikan, sebagai berikut.

1. Konsumsi karbohidrat tinggi serat
Untuk mencukupi kebutuhan kalori, konsumsi karbohidrat bertepung seperti kentang, roti, nasi, pasta, atau sereal, setidaknya sepertiga dari makanan yang dimakan.

Lebih disarankan untuk memilih yang mengandung serat tinggi seperti gandum, beras merah atau kentang tanpa dikupas kulitnya. Ketiga jenis makanan ini mengandung lebih banyak serat daripada karbohidrat bertepung putih dan dapat membuat kenyang lebih lama.

2. Perbanyak buah dan sayur
Dianjurkan mengonsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayuran yang bervariasi setiap hari. Agar tidak bosan, bisa dimakan langsung, kalengan, kering, atau dijus. Tetapi ingat, batasi konsumsi buah yang ditambah gula, misalnya jus atau smoothie karena minuman ini manis dan dapat merusak gigi.

3. Makan ikan lebih banyak
Ikan adalah sumber protein yang baik dan mengandung banyak vitamin dan mineral. Usahakan minimal makan 2 porsi ikan per seminggu, khususnya ikan yang mengandung tinggi lemak omega-3, seperti ikan kembung, salmon, haring, sarden, pilchards. Ikan tersebut dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Sementara ikan lain yang disarankan yakni ikan kod dan tuna. Ikan dalam kondisi segar maupun beku lebih direkomendasikan. Sementara ikan asap dan kalengan harus tetap dibatasi karena mengandung tinggi garam.

4. Telur ayam utuh
Meskipun bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL pada beberapa orang, telur adalah makanan terbaik untuk dikonsumsi saat diet atau ingin menurunkan berat badan. Dibandingkan sarapan roti atau karbohidrat olahan lain, mengonsumsi telur ayam lebih disarankan. Kandungan protein dan lemak yang tinggi membuat perut kenyang lebih lama.

Telur juga padat nutrisi dan. Menariknya, hampir semua nutrisi ditemukan dalam kuning telur.

5. Daging sapi dan dada ayam tanpa lemak
Selama ini daging selalu disalahkan karena memicu berbagai penyakit. Padahal jika Anda mengonsumsi daging merah tanpa lemak (bukan produk daging olahan) tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau diabetes.

Sebaliknya, daging justru disarankan ketika menjalani program penurunan berat badan karena tinggi protein. Makan daging sapi atau ayam tanpa lemak adalah cara terbaik untuk meningkatkan asupan protein tanpa membuat berat badan melonjak.

Nah, untuk mencapai hidup yang sehat dan bugar, mulailah dengan memperhatikan kelima jenis makanan di atas. Apalagi saat ini sedang musim hujan dan rentan membuat orang sakit. Jika Anda sibuk atau tak sempat menyiapkan menu makanan sehat, jangan khawatir. Anda bisa tetap fit dengan berbagai menu sehat di GrabFood.

Lewat aplikasi GrabFood, Anda bisa menemukan berbagai pilihan menu sehat dengan harga hemat. Pakai kode promo BUGARMANIA untuk mendapatkan diskon hingga 40 persen untuk beragam makanan sehat.

Ada juga voucher GrabHealth powered by Good Doctor senilai Rp20 ribu yang bisa dimanfaatkan. Mau sehat nggak perlu mahal, kan? Pesan makananmu sekarang di GrabFood.

Promo ini berlaku untuk resto yang terdapat di banner 'Bugar Mania' pada halaman utama GrabFood, khusus di Jakarta, Bali, Bandung, Palembang, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. (fef)