Wabah Corona, Ajang Fashion di Korea Batal

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 20:28 WIB
Wabah Corona, Ajang Fashion di Korea Batal Ilustrasi: Kekhawatiran akan peningkatan penyebaran virus corona di Korea Utara mengakibatkan ajang dua tahunan Seoul Fashion Week batal digelar. (Foto: Andreas SOLARO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah corona yang menjangkiti puluhan negara berdampak pada ajang fashion di Korea Selatan. Helatan Seoul Fashion Week yang sedianya digelar bulan depan pun terpaksa dibatalkan. Langkah ini menyusul serangkaian pembatalan acara lainnya akibat kekhawatiran akan peningkatan penyebaran virus corona.

Untuk sementara ini Korea Selatan mencatatkan lebih dari 890 kasus positif corona.

Seorang pejabat yang bertugas di Seoul Metropolitan Government--pihak yang mengampu ajang fesyen dua tahunan tersebut--mengatakan, bakal segera menginformasikan pembatalan ke pengisi acara.


"Kami telah memutuskan secara internal untuk membatalkan Seoul Fashion Week 2020 musim gugur dan musim dingin. Dan beberapa hari ke depan, kami akan memberi tahu pihak terkait mengenai keputusan pembatalan ini," jelas seorang pejabat tersebut seperti dikutip The Korean Herald.


Sekalipun begitu, panitia acara memastikan bakal membantu mencarikan dana atau bentuk dukungan lain bagi para desainer Korea. Langkah ini diperlukan agar desainer Korea bisa berlaga di pameran internasional lainnya.

Sementara pejabat dari Seoul Design Foundation--penyelenggara Seoul Fashion Week--mengatakan, pengumuman pembatalan bakal dibuat secepat mungkin menunggu konfirmasi dari Metropolitan Seoul.


Seoul Fashion Week dijadwalkan digelar pada 17-21 Maret 2020. Sebanyak 36 desainer rencananya menunjukkan pelbagai koleksi di ajang fesyen ini.

Sementara Seoul Fashion Week 2021 saat musim semi dan musim panas bakal dilaksanakan pada Oktober sesuai jadwal. Tahun sebelumnya, ada sekitar 135 pembeli dari 12 negara Asia dan 30 pembeli dari Eropa juga Amerika Serikat.

Penyelenggara dan panitia memprioritaskan pasar Asia sebagai fokus, di mana desainer Korea dinilai punya peluang lebih banyak untuk mencetak penjualan.

[Gambas:Video CNN]

(NMA/NMA)