Pentingnya MPASI untuk Tumbuh Kembang Bayi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 16:10 WIB
Pentingnya MPASI untuk Tumbuh Kembang Bayi Ilustrasi. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi penting untuk mencegah gizi buruk pada anak. (robarmstrong2/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ASI sudah tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan gizi bayi, makanan pendamping ASI (MPASI) harus diberikan kepada anak. Pentingnya MPASI untuk tumbuh kembang bayi bermanfaat membantu bayi menjadi kuat dan sehat.

MPASI juga dikenal sebagai transisi dari makanan bayi menuju makanan keluarga. MPASI diberikan pada usia 6 hingga 24 bulan. Masa ini juga merupakan waktu yang rentan dan krusial.

Usia 6-24 bulan merupakan masa saat malnutrisi banyak terjadi pada bayi dan berkontribusi pada tingginya prevalensi gizi buruk di seluruh dunia. Oleh karena itu, pemberian MPASI juga penting untuk mencegah gizi buruk pada anak.


MPASI yang diberikan pada anak harus merupakan makanan yang kaya nutrisi dan disiapkan secara higienis. Studi menunjukkan, pemberian makanan yang mengandung empat kelompok makanan--karbohidrat, protein, lemak, dan serat--meningkatkan pertumbuhan anak.

Berikut manfaat penting MPASI untuk tumbuh kembang bayi.

1. Meningkatkan kemampuan kognitif
Studi yang dipublikasikan di Pediatrics International menunjukkan, pemberian MPASI dapat membantu pertumbuhan otak secara sempurna. Pertumbuhan otak yang baik meningkatkan kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan untuk menalar logika seperti berpikir, bertindak, dan mengingat.

Artinya, anak dengan kemampuan kognitif yang baik lebih cerdas dibandingkan yang tidak.

2. Mencegah stunting
Pemberian MPASI juga mencegah stunting dan malnutrisi akut pada bayi. Stunting adalah kondisi gizi kronis yang terjadi pada periode awal pertumbuhan dan berdampak hingga dewasa.

Stunting memengaruhi kondisi tubuh dan otak pada anak. Studi mendapati, anak yang mengalami stunting cenderung tidak sukses dan menemui banyak kesulitan di hari tua.

3. Mengurangi risiko anemia
Usia 6-24 bulan juga merupakan masa yang rentan terhadap anemia. Memberikan MPASI dapat mengurangi risiko kekurangan darah pada bayi. MPASI yang bernutrisi tinggi dapat membantu meningkatkan produksi zat besi sehingga mencegah anemia.

Pemberian MPASI juga mengurangi risiko kekurangan mikronutrien atau nutrisi kecil yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin dan zinc.

4. Mengurangi risiko infeksi dan diare
Tubuh bayi belum memiliki sistem imun yang kuat sehingga berisiko tinggi terkena infeksi. Kekurangan gizi juga membuat anak semakin berisiko terkena infeksi terutama pada saluran pernapasan dan pencernaan. Pemberian MPASI dapat mencegah infeksi saluran pernapasan dan diare pada bayi.

5. Meningkatkan kesehatan mental
Studi menunjukkan, pemberian MPASI dapat membuat perkembangan psikososial anak tumbuh dengan baik. Psikososial merupakan hubungan antara kesehatan mental dan emosional seseorang dengan kondisi sosialnya.

Bayi dengan gizi MPASI yang baik dapat memiliki kesehatan mental yang juga baik.

[Gambas:Video CNN]

(ptj/asr)