Pengguna Aplikasi Kencan Online Mulai Bosan 'Swipe'

tim , CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 08:32 WIB
Pengguna Aplikasi Kencan Online Mulai Bosan 'Swipe' Beberapa pengguna aplikasi kencan mulai muak dengan swipe tanpa akhir dan pembicaraan ngalor-ngidul dan lebih ingin untuk segera bertemu. (Istockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mencari pasangan lewat aplikasi kencan online sudah bukan lagi hal yang aneh ataupun tabu. Namun lama kelamaan, 'masalah' yang muncul seputar kencan online ini berasal dari para calon pasangan kencan itu sendiri.

Beberapa pengguna aplikasi kencan ini mulai muak dengan swipe tanpa akhir dan pembicaraan yang 'ngalor-ngidul.' Pengguna aplikasi diklaim memilh untuk bertemu langsung dengan orang-orang di dunia nyata.

David Vermeulen, salah satu pengembang aplikasi kencan online Inner Circle yang diluncurkan pada 2012 lalu mengungkapkan bahwa dia melihat perubahan besar dalam sikap pelaku kencan online selama beberapa waktu belakangan. Mereka diklaim mengalami efek Tinder tired atau lelah tinder.


"Mereka sekarang benar-benar mencari sesuatu yang lebih serius, sesuatu yang lebih asli, kata Vemeulen dikutip dari AP.

Senada dengan Vermeulen, Justin McLeod yang meluncurkan Hinge pada 2011 juga mengungkapkan bahwa aplikasi kencan harus difokuskan untuk membuat orang saling bertemu.




Pada 2016 lalu, Hinge sengaja menghapus fitur swipe untuk mendorong lebih banyak interaksi. Namun kebanyakan orang merasa kewalahan dengan jumlah pilihan mereka. Hal ini membuat Hinge akhirnya menciptakan fungsi 'paling cocok.'

Inner Circle pun berencana untuk menambahkan tombol 'Let's meet' untuk mempercepat jalur pertemuan dari aplikasi ke kehidupan nyata.

"Jika Anda berdua mengkliknya, Anda bisa terlibat dalam obrolan untuk memilih hari dan tempat yang kami usulkan dan kemudian Anda bisa berkencan, misalnya minum kopi. Maksud saya itu langkah awalnya, tapi bagi banyak orang, ini adalah langkah yang cukup besar dan kami mencoba membuatnya jadi lebih mudah," kata Vermeulen.

Tak dimungkiri terkadang ucapan 'Hi' sebagai pembuka percakapan dianggap bukan menjadi ide yang bagus.

"Kami akan berkata, oke, ini bukanlah awal yang baik untuk percakapan. Anda harus melakukan yang lebih baik," katanya.

Perubahan generasi kencan

Pew Research Center tahun 2019 lalu mengungkapkan bahwa 3 dari 10 orang di Amerika sudah menggunakan situs atau aplikasi kencan dan 12 persennya telah menikah atau setidaknya berkomitmen dengan seseorang yang ditemui melalui aplikasi.


Kepala pemasaran global OKCupid Melissa Hobley mengatakan bahwa salah satu perkembangan paling menarik soal dating digital ini sudah berkembang ke negara-negara seperti India, Indonesia, Turki, Thailand, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, di mana kencan tak selalu mudah.

"Di India, misalnya, generasi perempuan baru "pergi ke universitas, dan mereka bekerja, dan mereka mengatakan pernikahan yang diatur bukan untuk mereka, dan mereka ingin kemampuan untuk menemukan pribadi saya sendiri, dan untuk pernikahan mereka menjadi pilihan yang mereka buat, "katanya. (chs)