Mengenal Bronkopneumonia, Penyakit Infeksi Paru-paru Akut

tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 17:05 WIB
Mengenal Bronkopneumonia, Penyakit Infeksi Paru-paru Akut ilustrasi: Pasien suspek virus corona meninggal di RSUP Kariadi. Dia dinyatakan negatif corona namun meninggal karena bronkopneumonia atau infeksi paru-paru akut.(Istockphoto/yodiyim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan pasien suspect virus corona yang meninggal di RSUP Kariadi, Semarang, menderita penyakit infeksi paru-paru akut atau bronkopneumonia.

"Jadi pasien pria usia 37 tahun yang meninggal pada Minggu (23/2) itu, karena penyakit Bronkopneumonia sehingga paru-parunya mengalami kerusakan akibat infeksi, bukan karena Virus Corona," kata Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSUP dr Kariadi Fathur Nur Kholis, dikutip dari Antara.

Apa sebenarnya bronkopneumonia ini?


Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia dengan infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru oleh virus, bakteri, atau jamur.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pneumococcus, Streptococcus, virus pneumonia hipostatik, sindrom loeffler, dan jamur.

Ketika terjadi infeksi maka akan ada pemadatan yang bergerombol di dalam lobulus paru yang berdekatan.


Jenis pneumonia ini menimbulkan flek atau bercak pada paru-paru, termasuk pada saluran udara dan kantung udara. Biasanya penderita bronkopneumonia ini akan merasa sesak napas karena saluran udaranya terhalang.

Mengutip Alo Dokter, gejala yang muncul cenderung serupa dengan gejala bronkitis. 

Gejala bronkopneumonia

Mengutip Halodoc, penyakit infeksi paru-paru ini menyebabkan seseorang mengalami menggigil mendadak, demam tinggi, keringat berlebihan, sesak napas, batuk rejan, pernapasan cepat dan pendek, retraksi dinding toraks.

Kelompok berisiko

Mengutip Hello Sehat, bronkopneumonia atau infeksi paru-paru ini adalah jenis pneumonia yang paling umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini bahkan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak akibat infeksi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun.



Hanya saja sebenarnya, semua orang dapat terkena penyakit ini. Namun, ada dua kelompok usia yang memiliki risiko paling tinggi yaitu bayi dan anak di bawah usia 2 tahun, dan orang dewasa berusia di atas 65 tahun.

Gejala bronkopneumonia cenderung lebih serius pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti bayi, lansia, penderita HIV/AIDS, atau kanker. Kebiasaan merokok, minum alkohol berlebihan, memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma, jantung, penyakit paru kronis juga membuat seseorang makin berisiko mengakami bronkopneumonia.

Pengobatan

Obat antivirus, antijamur, antibiotik pasi akan diresepkan oleh dokter. Namun selain minum obat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan bronkopneumonia.

- Hindari melakukan aktivitas berat untuk sementara waktu
- Minum banyak cairan untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi rasa tidak nyaman saat batuk
- Pakai masker apabila ingin bepergian atau berinteraksi dengan orang lain agar tidak menularkan infeksi
- Hindari rokok dan minum alkohol
- Perhatikan asupan makanan  (chs)