LIPI Racik Hand Sanitizer Alami dan Dibagikan Terbatas
CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2020 11:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia (LIPI) berencana memproduksi hand sanitizer berbahan alami untuk kalangan terbatas. Di tengah wabah virus corona jenis baru (SARS CoV-2), stok cairan pembersih tangan atau hand sanitizer mendadak langka.
Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono mengatakan lembaganya memiliki beberapa alternatif agen antimikroba yang diekstrak dari bahan alam Indonesia. Bahan ini bisa digunakan untuk membantu membunuh mikroba yang menempel pada tangan.
"Ekstrak rempah seperti pala dapat menambah aroma wangi alami pada hand sanitizer. Sebagai aroma, ditambahkan juga pala, fraise, dan isopulegol sebanyak 0,05-0,1 persen," terang Agus seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/3).
Setiap batch produksi mampu menghasilkan 10 liter hand sanitizer yang dikemas dalam botol ukuran 150 ml dan 100 ml. Dengan memanfaatkan herbal, hand sanitizer yang dikembangkan LIPI tersebut tercium lebih harum dan tidak menyengat.
"Hand sanitizer produksi LIPI ini mengandung bioetanol sebagai antiseptik sebanyak 63-65 persen dan, nano silver sebagai tambahan antiseptik sebanyak 0,3 persen," tutur Agus lagi.
Rencananya, bakal ada 300 liter hand sanitizer yang diproduksi. Selain untuk penggunaan di lingkungan lembaga, cairan pembersih tangan ini juga akan dibagikan ke sekolah-sekolah di sekitar kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong.
Agus berharap, upaya tersebut mampu mengatasi kekhawatiran masyarakat dan kelangkaan produk hand sanitizer di pasaran.
"Tidak perlu panik. Kita bisa cegah infeksi virus corona dengan menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan dan gunakan hand sanitizer," ia mengingatkan.
Sementara peneliti Center for Drug Discovery and Development Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra mengatakan untuk membunuh bakteri dan mencegah virus paling tidak diperlukan kadar alkohol sekitar 70 persen.
[Gambas:Video CNN]
(antara/nma)
Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono mengatakan lembaganya memiliki beberapa alternatif agen antimikroba yang diekstrak dari bahan alam Indonesia. Bahan ini bisa digunakan untuk membantu membunuh mikroba yang menempel pada tangan.
"Ekstrak rempah seperti pala dapat menambah aroma wangi alami pada hand sanitizer. Sebagai aroma, ditambahkan juga pala, fraise, dan isopulegol sebanyak 0,05-0,1 persen," terang Agus seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Lihat juga:Tips Memilih Hand Sanitizer |
Setiap batch produksi mampu menghasilkan 10 liter hand sanitizer yang dikemas dalam botol ukuran 150 ml dan 100 ml. Dengan memanfaatkan herbal, hand sanitizer yang dikembangkan LIPI tersebut tercium lebih harum dan tidak menyengat.
"Hand sanitizer produksi LIPI ini mengandung bioetanol sebagai antiseptik sebanyak 63-65 persen dan, nano silver sebagai tambahan antiseptik sebanyak 0,3 persen," tutur Agus lagi.
Rencananya, bakal ada 300 liter hand sanitizer yang diproduksi. Selain untuk penggunaan di lingkungan lembaga, cairan pembersih tangan ini juga akan dibagikan ke sekolah-sekolah di sekitar kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Serpong.
Agus berharap, upaya tersebut mampu mengatasi kekhawatiran masyarakat dan kelangkaan produk hand sanitizer di pasaran.
"Tidak perlu panik. Kita bisa cegah infeksi virus corona dengan menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan dan gunakan hand sanitizer," ia mengingatkan.
Sementara peneliti Center for Drug Discovery and Development Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra mengatakan untuk membunuh bakteri dan mencegah virus paling tidak diperlukan kadar alkohol sekitar 70 persen.
[Gambas:Video CNN]
(antara/nma)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi