Bukan saja soal rasa, melainkan juga pada harganya. Kenapa memang sampanye sampai memiliki harga selangit?
Beberapa alasan itu di antaranya lantaran sampanye--terutama yang asli--hanya diproduksi di wilayah Champagne atau sekitar 150 kilometer ke arah timur dari Paris, Perancis. Wilayah ini dua kali lebih besar dari San Francisco. Dari sini, Champagne memproduksi lebih dari 300 juta botol sampanye untuk disuplai ke seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sensasi Baru Keramas Pakai Sampanye |
"Anggur dipetik tangan karena mesin dilarang oleh hukum. Penting untuk memilih anggur terbaik, khususnya karena heterogenitas masing-masing plot dan setiap pokok anggur berbeda. Ini penanda kualitas yang sangat penting," jelas Aurèlien Laherte dari keluarga pembuat sampanye dikutip dari Mashed.
Melansir dari Vina Pair, sampanye diproduksi melalui méthode traditionnelle atau méthode champenoise. Proses ini memakan waktu cukup lama. Anggur harus difermentasi primer sebelum pembotolan, kemudian dilanjutkan fermentasi sekunder di dalam botol.
Fermentasi kedua terjadi ketika tirage, campuran ragi dan gula, ditambahkan ke dalam botol.
Fermentasi pascasekunder, ragi yang mati (lees) harus dihilangkan dengan riddling. Prosesnya panjang, di mana botol dibalik dan diputar sedikit demi sedikit secara bertahap sehingga lees meluncur ke bagian leher botol.
Lihat juga:5 Minuman yang Bikin Tidur Jadi Nyenyak |
Saat lees mencapai bagian atas, leher botol didinginkan untuk membekukan lees. Tutup botol dilepas dan tekanan udara menembakkan lees beku keluar. Ruang bekas lees dipenuhi dengan air alkohol dan akan menentukan tingkat kemanisan anggur.
Proses tersebut memerlukan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya rampung. Sampanye minimal berusia 15 bulan.
Proses panjang mulai dari penanaman hingga pascapanen membuat harga sampanye menjadi mahal. Terlebih, suplainya pun sedikit.
[Gambas:Video CNN]
(els/nma)