Ahli Surati Gedung Putih soal Corona Bisa Menular saat Bicara

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 11:47 WIB
Ahli bersurat ke Gedung Putih soal virus corona yang menular tak hanya dari bersin dan batuk, melainkan juga saat bicara dan bernapas. Ilustrasi: Ahli mengirim surat balasan ke Gedung Putih mengenai virus corona yang menular tak hanya dari bersin dan batuk, melainkan juga saat bicara dan bernapas. (Foto: CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah panel ilmiah bergengsi di Amerika Serikat mengungkap bahwa virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) tak hanya bisa menyebar melalui batuk atau bersin, melainkan juga saat berbicara, bahkan bernapas. Temuan penelitian tim ahli ini disampaikan ke Gedung Putih.

"Sementara penelitian khusus [virus corona] ini masih terbatas, hasil penelitian yang tersedia konsisten dengan aerosolisasi virus dari pernapasan normal," tulis dokter Harvey Fineberg, Ketua Komite National Academy Sciences (NAS) dalam surat yang dilayangkan ke Gedung Putih, dikutip dari CNN.

Sebelumnya tim ahli menerima surat dari Kelvin Droegemeier, penasihat bidang sains Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi di Gedung Putih. Ketua Komite Tetap NAS mengenai Penyakit Menular dan Ancaman Kesehatan Abad 21, Fineberg pun menjelaskan surat balasan lembaganya merupakan respons atas permintaan Gedung Putih.


"Surat tersebut menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan bahwa apakah [virus corona] dapat disebarkan ketika berbicara atau melakukan percakapan langsung--selain melalui tetesan bersin atau batuk," kata Fineberg menirukan isi surat.


"Saat ini penelitian yang tersedia mendukung kemungkinan bahwa [virus corona] dapat menyebar melalui bioaerosol yang dihasilkan langsung pernapasan pasien [positif]," lanjut surat tersebut.

Sementara Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan virus menyebar dari orang ke orang ketika jarak keduanya sekitar enam kaki. Penyebaran virus ini melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan ketika pasien terinfeksi tersebut batuk atau bersin.

Hal tersebut menurut Fineberg, betul adanya. Tetapi penelitian yang dikerjakan bersama timnya menunjukkan tetesan droplet aerosol yang dihasilkan ketika berbicara atau bahkan saat bernapas juga dapat menyebarkan virus.

Surat ini turut menjelaskan bahwa penelitian di sebuah rumah sakit di China menunjukkan, virus bisa bertahan di udara ketika dokter dan perawat melepas alat pelindung mereka, atau ketika lantai sedang dibersihkan, atau ketika petugas lalu-lalang.

Ahli Surati Gedung Putih soal Corona Bisa Menular saat BicaraFoto: CNN Indonesia/Fajrian


Penelitian oleh Universitas Nebraska mengungkapkan bahwa bahan genetik dari virus tersebut ditemukan di kamar pasien--lebih dari enam kaki jauhnya dari titik pasien berada. Keterangan ini juga tercantum dalam isi surat tim ahli ke Gedung Putih.

Fineberg pun mengatakan, ada kemungkinan bahwa droplet aerosol virus corona itu bisa 'menggantung' di udara dan lantas berpotensi menginfeksi orang yang lewat.

Tapi bagaimanapun kata dia, virus corona tidak menular seperti campak atau TBC. Seberapa lama virus corona ini bertahan di udara bergantung pada beberapa faktor. Termasuk di antaranya, berapa banyak virus yang dikeluarkan seseorang--saat bernapas atau juga berbicara--dan, kepadatan sirkulasi udara.

"Jika Anda menghasilkan aerosol virus di ruang yang tanpa sirkulasi, bisa dibayangkan, Anda boleh jadi bisa menghirupnya. Tapi jika Anda berada di luar [ruangan], angin sepoi-sepoi mungkin akan membubarkan [virus tersebut]," tambah Fineberg.


Itu sebab mulai saat ini Fineberg mengatakan akan selalu menggunakan masker ketika pergi, bahkan saat ke toko kelontong. "Tapi saya tidak akan memakai masker bedah, karena dokter membutuhkannya," ungkap dia lagi.

Mantan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Harvard itu pun mengatakan akan mengenakan bandana sebagai masker, atau alternatif masker lainnya.

Sementara dokter Anthony Fauci yang merupakan anggota kunci dari Gugus Tugas Virus Corona di Gedung Putih mengatakan kepada CNN, gagasan tim yang merekomendasikan penggunaan masker secara luas di Amerika Serikat demi mencegah penyebaran virus corona, kini masih dalam proses diskusi yang sangat aktif.

[Gambas:Video CNN] 

Soal penularan virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya sempat menyampaikan bahwa virus SARS-CoV-2 ini tidak menyebar lewat udara atau airborne. Bukti saat ini, virus penyebab Covid-19 tersebut ditularkan antara orang melalui droplet, yakni tetesan dari air liur atau lendir saat batuk dan bersin dan kontak fisik.

Pernyataan itu sekaligus menjawab informasi yang selama ini beredar tentang cara penyebaran corona bisa melalui udara.

[Gambas:Instagram] (NMA/NMA)