Hari Kartini

Debora Calamita, Lanjutkan Perjuangan Kartini di Laut RI

tim, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2020 09:54 WIB
Serda Kom/W Debora Calamita Tirtayasa dan sang ayah Mayor laut (P) Edy Tirtayasa, berfoto di KRI Semarang-594 saat bertugas di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Maret 2020. (ANTARA/Fauzi Lamboka) Berkat Kartini, wanita masa kini bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Salah satunya Debora Calamita Tirtayasa yang menjadi prajurit laut Indonesia. (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selamat Hari Kartini.

Kartini adalah salah satu pahlawan wanita Indonesia. Kartini berjuang dengan caranya, yaitu dengan membantu para wanita agar bisa menjadi apa yang diinginkannya. Kartini juga menjadi sosok pembangkit emansipasi wanita untuk punya derajat yang setara dengan pria.

Debora Calamita Tirtayasa adalah salah satu wanita yang berhasil mencapai cita-citanya di usia muda. Dia memilih jalur yang biasanya digeluti pria, bergabung menjadi prajuit laut Indonesia.


Debora bergelut di lautan Indonesia, mengambil peran penanggulangan virus corona jenis baru (COVID-19).

Lulus Korps Pelaut sekitar lima bulan lalu, Debora memantapkan diri bergabung di KRI Semarang-594. Kapal itu menjadi pusat komando selama proses observasi COVID-19 di Pulau Sebaru kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, 28 Februari-15 Maret 2020.



"Motivasi menjadi prajurit angkatan laut karena melihat orang tua," kata Debora, beberapa waktu lalu dikutip dari Antara.

"Saya ingin membuktikan bahwa kaum wanita juga bisa memberikan kontribusi bagi NKRI," tegas Debora.

Dia lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2018. Kedua orang tua menginginkan Debora untuk kuliah di perguruan tinggi.

Namun Debora menolak secara halus. Dia lebih memilih mendaftar sebagai prajurit Angkatan Laut (AL) melalui jalur bintara.

Menempuh pendidikan lebih dari setahun, membuat Debora yakin mengabdikan jiwa dan raga untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tugasnya bukan tugas sederhana. Apalagi bertugas di kapal perang. Hanya saja, diakuinya berbagai pengalaman baru selalu didapatkannya. Salah satunya ketika menjadi salah satu prajurit wanita dalam operasi pengamanan perairan laut Natuna.

Awal Januari 2020, KRI Semarang-594 merupakan salah satu kapal perang RI yang membantu kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) melakukan patroli sebagai respon kapal China mengklaim kawasan hak berdaulat Indonesia.

Tugas mengawal observasi ABK di Pulau Sebaru Kecil, menjadi kesempatan kedua bagi Debora bertugas dengan sang ayah, Mayor laut (P) Edy Tirtayasa. Kesempatan tugas bersama saat peringatan tabur bunga setahun kecelakaan pesawat udara Lion Air di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Sangat senang, jika dapat satu daerah operasi dengan ayah," kata Debora.

Bagaimana tidak, dalam tugasnya dia memang harus tinggal berjauhan dengan orang tuanya. "Jauh dari orang tua, karena masih tinggal di Mess Kowal," ujar Debora.

"Orang tua berpesan untuk bekerja dengan jujur, bertanggung jawab dan sesuai perintah pimpinan."

Serda Kom/W Debora Calamita Tirtayasa merupakan anak semata wayang pasangan Mayor laut (P) Edy Tirtayasa dan Lettu Laut (KH/W) Christina Sunaryanti. Ayahnya, Mayor laut (P) Edy Tirtayasa merupakan anggota Satuan Pasukan Katak (Satpaska) Komando Armada I. Sementara sang ibu, Lettu Laut (KH/W) Christina Sunaryanti merupakan perwira di Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Sebagai anak tunggal yang dewasa dengan tempaan situasi, Edi sangat bersyukur memiliki putri yang begitu besar perhatiannya kepada bangsa dan Negara. Debora lebih memilik untuk tidak berlibur bersama keluarga, asalkan ayahnya bertugas untuk bangsa dan negara.

"Saya tidak pernah mendidik dia menjadi seorang yang cengeng, karena jiwa petualangannya sangat besar," ujar Edi.

Sejak kecil hingga tamat SMA, Edi menegaskan tidak pernah mengarahkan Debora untuk menjadi seseorang sesuai keinginan orang tua. Apalagi menjadi seorang prajurit Angkatan Laut.

Orang tua hanya berpesan untuk selalu menjadi diri sendiri dan bekerja sepenuh hati. Karena yang menentukan masa depan adalah diri sendiri dan tuhan, bukan orang tua.



Ketika Debora memiliki niatan untuk menjadi prajurit AL, sebagai orang tua, Edi pun memberi dukungan secara moril. Bahkan seluruh proses rekrutmen saat itu, dilakukan Debora secara mandiri tanpa ada campur tangan orang tua.

Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia.  (chs)

[Gambas:Video CNN]