Hari Kartini

Windy Hartanto, Ibu Asuh Anak-Anak Pulo Gadung

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 21/04/2018 16:44 WIB
Windy Hartanto, Ibu Asuh Anak-Anak Pulo Gadung Di sela-sela aktivitasnya sebagai wanita karier, Windy Hartanto menyempatkan diri menjadi orang tua asuh bagi puluhan anak usia sekolah di Pulogadung. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di sela-sela aktivitasnya berkegiatan sebagai wanita karier, Windy Hartanto menyempatkan diri untuk menjadi orang tua asuh bagi puluhan anak usia sekolah di Pulogadung sejak lebih dari satu dekade lalu.

Aksi ini berawal dari duka yang dialami Windy karena gagal memiliki anak. Tak larut dalam kesedihan, Windy mewujudkan asanya menjadi seorang ibu untuk banyak anak-anak di Pulogadung. Aktivitasnya berawal pada 2007, kala perempuan kelahiran Palembang itu membangun Yayasan Jemima sebagai bentuk kepeduliannya pada anak-anak. Kini, beberapa anak asuh Windy sudah beranjak dewasa. Sebagai ibu asuh, Windy membiayai sekolah mereka dan juga mendidik dengan bermacam kegiatan usai sekolah.

"Kegiatannya ada macam-macam, ada memayet untuk kain, bisa juga melukis. Kegiatan yang bentuknya dapat membatu mereka di masa depan," kata Windy saat dijumpai usai menerima penghargaan The Iconic Women 2018, yang diusung Senayan City, Jakarta, beberapa waktu lalu.



Pemberian penghargaan Iconic Women menjadi rangkaian peringatan Hari Kartini yang jatuh pada setiap 21 April. Windy Hartanto berperan penting dengan menjadi ibu asuh untuk anak-anak usia sekolah yang tinggal di kawasan padat penduduk Pulo Gadung.

Salah satu didikan utama yang diajarkan Windy kepada anak-anak adalah gerakan Mari Membaca. Bagi Windy, membaca buku dapat memberi inspirasi dan membuka wawasan untuk terus berkembang.

"Saya kasih dukungan untuk mereka supaya tidak berhenti bermimpi dan senang membaca," ujar Windy.

Ia mengaku tak merasa kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan mengasuh anak-anak. Windy menganggap menjadi ibu asuh merupakan sumber kebahagiaan.


Selain menjadi ibu asuh, Windy juga menjadi pemerhati seni terutama seni lukis. Dia bahkan didapuk menjadi duta untuk pelukis Jeihan Sukmantiti. Windy juga termasuk satu dari 50 wanita Indonesia yang dilukis Jeihan.

Memaknai Hari Kartini, Windy berharap agar para perempuan di Indonesia dapat terus bermimpi dan mewujudkannya serta saling membantu dan menginspirasi.

"Wanita modern harus bermimpi dan memiliki keinginan dan membantu dengan cinta. Enggak usah yang lingkupnya besar, di lingkungan kecil saja dulu karena Kartini memberi inspirasi pada wanita indonesia," tuturnya.

Selain Windy, delapan peraih The Iconic Women lainnya adalah pebalap Alexandra Asmasoebrata, Atiqah Hasiholan, Ayu Dewi, Daisy Musin Dare, Diajeng Lestari, Franka Franklin, Noni Purnomo, dan Susi Pudjiastuti. (rah/rah)