Gejala Penyakit Kawasaki yang Dikaitkan dengan Covid-19

tim, CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2020 14:22 WIB
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 kepada warga yang mengikuti kegiatan keagamaan beberapa waktu lalu di Gowa, Sulawesi Selatan di Sport Centre Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (10/4/2020). Pemerintah setempat melakukan rapid test kepada 60 warga usai pasien pertama dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali dari kegiatan tersebut. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/pras. Ilustrasi: Sejumlah kasus pada anak-anak yang terinfeksi virus corona menunjukkan gejala yang mirip dengan tanda-tanda pada penyakit kawasaki. (Foto: ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inggris melaporkan kasus infeksi virus corona atau Covid-19 pada anak-anak dengan gejala seperti penyakit Kawasaki. Pediatric Intensive Care Society (PICS) Inggris menyatakan terdapat sejumlah kasus pada anak-anak yang memiliki sakit kritis dengan sindrom langka yang dikaitkan dengan virus corona.

"Muncul gejala tumpang tindih dengan sindrom syok toksik dan penyakit Kawasaki yang tidak lazim dengan pengukuran darah," pernyataan PICS, dikutip dari CNN.

Beberapa gejala yang muncul itu meliputi peradangan di jantung dan gejala-gejala gastrointestinal atau berkaitan dengan pencernaan.


Penyakit Kawasaki atau sindrom Kawasaki adalah penyakit langka yang umumnya menyerang anak-anak. Penyakit Kawasaki dikenal juga dengan sindrom kelenjar getah bening. Masih belum diketahui secara pasti hubungan antara penyakit Kawasaki dan Covid-19.


"Untungnya penyakit seperti Kawasaki sangat jarang, karena saat ini adalah komplikasi serius pada anak-anak yang terkait dengan Covid-19, tetapi penting bahwa dokter untuk mengetahui adanya potensi keterkaitan yang muncul sehingga mereka dapat menangani anak-anak dan dengan cepat," kata direktur klinis nasional NHS untuk anak-anak dan remaja, Profesor Simon Kenny kepada CNN.

Penyakit Kawasaki menyebabkan dinding pembuluh darah di tubuh meradang. Penyakit Kawasaki adalah penyebab utama penyakit jantung dan komplikasi serius berupa aneurisma dan pelebaran arteri koroner.

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, penyakit Kawasaki dapat menyerang anak-anak pada segala usia dan paling sering pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini juga lebih sering terjadi pada anak-anak di Asia Timur, terutama Jepang dan Korea.

[Gambas:Video CNN]


Gejala penyakit Kawasaki meliputi suhu tubuh tinggi yang berlangsung selama lima hari atau lebih, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, bibir pecah-pecah dan kering, jari tangan atau kaki merah, dan mata merah.

Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit Kawasaki. Salah satu kemungkinan terbesar karena terjadi pada masa anak-anak adalah karena gen yang diwariskan orang tua.

Penyakit Kawasaki tidak menular dan keparahan dapat berkurang jika diobati segera. (NMA/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK