Menatap Musim Panas Tersuram di Amerika Sejak Perang Dunia II

CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2020 13:50 WIB
FILE - In this April 15, 2020, file photo, people keep their distance as they exercise outside of a closed La Jolla beach in San Diego. From Cape Cod to California, festivals are being canceled, businesses in tourist havens are looking at empty reservation books, and people who have been cooped up through a dismal spring are worrying summer will bring just more of the same. (AP Photo/Gregory Bull, File) Suasana sepi di Pantai La Jolla, San Diego, AS, akibat pandemi virus corona. (AP/Gregory Bull)
Jakarta, CNN Indonesia -- 'Berkabung untuk Musim Panas 2020' menjadi tema di sejumlah kawasan yang populer menjadi destinasi festival seni budaya di Amerika Serikat (AS), mulai dari Cape Cod sampai California.

"Orang-orang menantikan musim panas karena musim dingin terasa sangat panjang," kata Thelma Uranga (38), salah satu warga Chicago, seperti yang dikutip dari AP News pada Rabu (29/4).

"Bulan ini seharusnya banyak festival seru digelar."


Lockdown di sejumlah negara bagian AS mulai dilonggarkan, namun belum ada kepastian tentang musim panas.

Sebelum datangnya pandemi virus corona, bar Ship Bottom Brewing di Long Beach Island, New Jersey, penuh sesak.

Namun kini, sang bartender, Bridget Barlet mengaku tidak bisa memastikan kapan suasana meriah itu bisa kembali terjadi.

"Saya takut, bahkan jika bar kembali dibuka suasana tidak akan lagi sama, terutama jika aturan jarak sosial dilanjutkan," katanya.

"Banyak orang masih terlalu gugup untuk kembali ke kehidupan normal."

Di sepanjang pantai Virginia, banyak festival telah dibatalkan, dan Pantai Virginia yang biasanya ramai kini kosong dan sepi.

Festival musik Something in the Water - yang diselenggarakan oleh musisi dan produser Pharrell Williams, seharusnya berlangsung pada akhir pekan ini. Tapi kini sudah dibatalkan.

"Kami tak memperkirakan kondisi ini bakal terjadi," kata Mike Standing (50), seorang pemilik restoran dan hotel di Pantai Virginia.

"Mungkin akan memakan waktu lima tahun untuk mendapatkan keuntungan kembali."

Selain festival, objek-objek wisata musim panas di penjuru AS, seperti kolam renang dan area berkemah, juga bersiap menghadapi momen pascapandemi virus corona.

Apakah kolam renang harus diberi klorin ekstra? Apakah area berkemah harus diberi jarak ekstra?

Walikota New Haven, Connecticut, Justin Elicker mengatakan dia dan stafnya sedang berusaha mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, meski tidak mudah.

"Jika bisnis kembali dibuka, kami ingin memastikan kesehatan para pengunjung, terutama anak muda," kata Elicker.

Anak-anak tampaknya termasuk di antara yang paling jarang tertular virus corona, tetapi para ahli memperingatkan bahwa orang-orang dari segala usia kemungkinan dapat berperan dalam penularan.

Di California Selatan, Orange County Fair tahun ini dibatalkan untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Tahun lalu, festival ini mendatangkan hampir 1,4 juta pengunjung.

"Ini adalah berita terburuk," kata chef Linda Johnsen.

Sejak 2013 Johnsen membuka Filomena's Italian Kitchen and Market di Costa Mesa, beberapa blok dari pasar malam.

Dia memperkirakan bahwa pendapatannya melonjak antara 40 persen sampai 60 persen selama Orange County Fair digelar tiga minggu.

Chuck Rage memiliki sebuah hotel dan resor di Hampton, New Hampshire, dan beberapa bangunan toko di tepi pantai.

Semua bisnisnya tutup karena lockdown di negara bagian, tetapi dia berharap musim panas dapat diselamatkan, bahkan jika kondisinya buruk.

Banyak orang yang sudah tidak sabar ke Hampton pada musim panas ini, kata Rage.

"Saya mendapat banyak telepon dari pelanggan yang berkata bahwa musim panas tahun ini mereka harus ke Hampton karena muak di rumah," kata Rage.

[Gambas:Video CNN]

(AP PHOTO/ard)