Benarkah Umat Islam Dilarang Memiliki Tato?

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 03:59 WIB
Salah satu hasil tato dengan teknik tradisional 'Hand Tapping' di Galeri Jalanan Bautanah Cikini, Jakarta, Sabtu, 17 Januari 2015. Pembuatan tato tradisional dengan teknik kuno peninggalan leluhur tersebut memakai tinta arang dengan ritme ketukan dua bilah kayu. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Ilustrasi. Ibadah salat orang-orang yang terlanjur memiliki tato tetap diterima oleh Allah SWT asalkan disertai dengan tobat. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama bulan Ramadan 2020, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam. Kali ini, tanya jawab seputar Islam bicara soal kedudukan hukum memiliki tato dalam Islam.

Tanya
Benarkah Islam melarang pemeluknya memiliki tato?

Jawab
Narasumber: Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), Dr. Phil. Syafiq Hasyim, MA


Ass. Wr. Wb.

Bagaimana kedudukan hukum dari tato? Apakah kita, sebagai seorang Muslim, diperbolehkan memiliki tato?

Islam adalah agama yang tidak memperbolehkan pemeluknya untuk menyakiti dan menganiaya diri sendiri. Atas dasar ini lah, tato tidak boleh dimiliki oleh umat Islam. Rasulullah SAW sendiri mengutuk orang-orang yang bertato.

Lalu, bagaimana hukumnya apabila seseorang sudah terlanjur memiliki tato? Apakah ibadah salat mereka diterima?

Secara fikih, salat orang-orang yang sudah terlanjur memiliki tato tetap diterima oleh Allah SWT, tapi mereka harus bertobat. Dalam pengertian bahwa mereka harus merasa menyesal dan menjaga dirinya untuk tidak membuat tato kembali. Ini lah yang dimaksud dengan bertobat dalam hal yang berkaitan dengan tato.

Sekali lagi, ibadah salat orang-orang yang terlanjur memiliki tato tetap diterima oleh Allah SWT, tapi harus disertai dengan tobat. Tobat ini lah yang menjadi intinya.

Wass. Wr. Wb.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)