Benarkah Ada Anjuran Umat Islam untuk 'Memerangi' Yahudi?

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 16/05/2020 04:00 WIB
Benarkah Ada Anjuran Umat Islam untuk 'Memerangi' Yahudi? Ilustrasi. Dalam konteks kekinian, anjuran 'memerangi' Yahudi dan non-Muslim sudah tak lagi kontekstual dengan kondisi kerukunan antar-umat beragama saat ini. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama bulan Ramadan 2020, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam. Kali ini, tanya jawab seputar Islam mengurai fakta soal anjuran bagi umat Islam untuk membunuh kaum Yahudi atau non-Muslim lainnya.

Tanya
Apakah benar ada anjuran bagi umat Islam untuk membunuh kaum Yahudi?

Jawab
Narasumber: Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), Dr. Phil. Syafiq Hasyim, MA


Ass. Wr. Wb.

Benarkah ada anjuran bagi umat Islam untuk membunuh kaum Yahudi atau non-Muslim lainnya?

Dalam pandangan saya, anjuran tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, Islam merupakan agama yang cinta damai. Islam merupakan agama yang tidak mengizinkan perbuatan kekerasan dilakukan para pengikutnya.

Bahkan, dalam tradisi perang Rasulullah SAW, beliau selalu berpesan pada pasukannya agar tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan kerusakan dan tidak melakukan pembunuhan serta penganiayaan terhadap kaum yang lemah.

Anjuran untuk membunuh kaum Yahudi dan Nasrani dalam Islam harus dilihat dari konteks sejarah agama. Ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan pembunuhan terhadap non-Muslim selalu berada dalam konteks peperangan. Jika dalam peperangan, maka yang terjadi adalah dibunuh atau membunuh.

Jadi, ayat-ayat ini jangan dilepaskan dari konteks sejarahnya. Di mana pada saat peperangan, memang hukum yang berlaku adalah dibunuh atau membunuh.

Namun demikian, Islam memberikan pembatasan tentang siapa yang bisa dibunuh dan siapa yang tidak diperbolehkan dibunuh.

Anjuran pembunuhan pada non-Muslim ini merupakan anjuran lama. Dalam konteks kekinian, anjuran itu sudah tak kontekstual lagi dalam keadaan di mana hubungan antar-umat beragama berada dalam situasi yang kondusif dan baik.

Karena itu, saya berpendapat bahwa berdasarkan sejarah dan pemahaman atas konteks ayat-ayat peperangan, maka membunuh non-Muslim itu tidak diperbolehkan. Para ulama juga berpendapat, seorang Muslim tak boleh membunuh non-Muslim atas dasar perbedaan keyakinan dan agama.

Wass. Wr. Wb. (asr/asr)