Masjid Raya Baiturrahman, Saksi Bisu Dakwah hingga Bencana

CNN Indonesia | Sabtu, 02/05/2020 17:15 WIB
Masjid Raya Baiturrahman, Aceh. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di Kecamatan Baiturrahman, Aceh, ramai jadi buah bibir pada 2004 silam.

Sebab di derasnya hantaman ombak tsunami yang membuat bangunan di sekitarnya luluh lantak, masjid tersebut tetap berdiri kokoh.


Kisah berdirinya masjid ini sarat akan sejarah yang erat kaitannya dengan rakyat Aceh. Meski kokoh melawan ombak tsunami, masjid ini sebenarnya pernah terbakar habis pada 1873.


Kala itu Masjid Baiturrahman dijadikan basis pertahanan rakyat Aceh melawan pasukan Belanda. Pembakaran ini menyulut amarah warga Aceh, dan masjid kembali dibangun pada 1879.

Hingga kini wujud bangunan masjid terpampang megah dari berbagai sudut. Letaknya berada di tengah lapangan terbuka, dihiasi taman penuh pohon kurma.

Masjid Baiturrahman dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, yakni tahun 1607 sampai 1636, seperti dikutip dari Dunia Masjid, Sabtu (2/5).

Selain menjadi tempat beribadah, masjid ini dipakai sebagai pusat pendidikan ilmu agama. Pendatang dari berbagai negara mulai dari Melayu, Persia, Arab dan Turki datang ke masjid ini untuk memperdalam ilmu agama.
Seiring berjalannya waktu, kini Masjid Baiturrahman juga berperan besar sebagai penengah interaksi sosial dan perkembangan budaya rakyat Aceh.

Dilihat dari arsitekturnya, bangunan masjid tertata dengan gaya khas berbagai negara. Bagian gerbang utama mengadopsi arsitektur klasik Belanda.

Kemudian serambi di depan pintu utama terlihat seperti arsitektur masjid di Spanyol. Sedangkan ruang utama masjid seolah datang dari arsitektur kuno India. (fey/ayp)

[Gambas:Video CNN]