'Derita' Viagra Himalaya Tersandung Pandemi Corona

tim, CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 23:15 WIB
yarsagumba chinese cordyceps, alternative chinese folk medicine, tibet Setelah terancam oleh perubahan iklim yang drastis, panen viagra Himalaya yang disebut yarchagumba kini juga terancam oleh pandemi virus corona. (iStockphoto/IgorChus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah terancam oleh perubahan iklim yang drastis, panen viagra Himalaya yang disebut yarchagumba kini juga terancam oleh pandemi virus corona.

Para pejabat Nepal mengatakan bahwa pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Nepal berarti panen jamur akan dilarang tahun ini. Banyak area sudah melarang orang memanen jamur tersebut.

"Semua unit lokal telah diminta untuk tidak mengeluarkan izin untuk pengumpulan yarchagumba tahun ini," Umesh Pandey, kepala distrik Bajhang di Nepal barat jauh, mengatakan kepada AFP.


Pelarangan panen viagra Himalaya ini resmi dilakukan sejak Kamis (7/5).

Banyak komunitas Himalaya secara finansial bergantung pada pengumpulan dan penjualan jamur, dengan beberapa menghasilkan sebagian besar pendapatan tahunan mereka dari beberapa minggu panen yang biasanya dimulai pada awal hingga pertengahan April.



Tetapi dengan garis salju belum mundur, masa panen tahun ini telah tertunda. Di Nepal saja, sekitar tiga metrik ton yarchagumba dikumpulkan setiap tahun, bank sentral negara itu mengatakan dalam laporan 2016.

"Saya berharap mereka akan terbuka dan kita masih bisa memilih. Ini adalah satu-satunya pekerjaan saya, satu-satunya pilihan untuk menghasilkan uang," kata Harak Singh Dhami, 29, dari distrik Darchula, yang menghasilkan 200.000 rupee tahun lalu setelah mengumpulkan 300 buah.

Tak dimungkiri harga jual viagra Himalaya ini bisa mencapai tiga kali lipat harga emas di China. Alhasil, memanen jamur bernama latin Ophiocordyceps sinensis berbentuk sangat menguntungkan dan setiap musim semi, rumah-rumah dan sekolah kosong karena ribuan penduduk desa melakukan perjalanan berbahaya ke pegunungan untuk mengambilnya.

Yarchagumba, yang berarti "tanaman musim panas, serangga musim dingin" di Tibet, ditemukan di atas 3.500 meter (11.550 kaki) dan terbentuk ketika jamur parasit bersarang di ulat, perlahan membunuhnya. Tanaman ini bisa tumbuh selama beberapa minggu.

Meski disebut sebagai viagra dari Himalaya namun belum ada penelitian definitif yang diterbitkan untuk membuktikan kualitas manfaatnya, namun herbalis China percaya jamur ini bisa meningkatkan kinerja seksual.

Biasanya jamur ini Direbus dalam air untuk membuat teh, atau ditambahkan ke sup dan rebusan, dikatakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari kelelahan hingga kanker. (chs)

[Gambas:Video CNN]