Masjid Bersejarah di Madura Lokasi Ritual Sompa Madekan

CNN Indonesia | Sabtu, 09/05/2020 17:18 WIB
Foto matahari terbit yang tertutup kabut asap dengan latar depan kubah masjid di Padang, Sumatera Barat, Rabu (2/9). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menyatakan kualitas udara masih dalam kategori sedang, tapi masyarakat tetap diminta waspada jika kepekatan kabut asap kiriman dari Riau,Sumsel, dan Jambi tersebut semakin meningkat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww/15. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ritual 'sumpah pocong' masih sering dilakukan untuk menyelesaikan sengketa oleh masyarakat di daerah. Masjid Madekan Sampang selama ini dikenal sebagai lokasi ritual tersebut di Madura, Jawa Timur.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan Masjid Madekan populer sebagai tempat melakukan sumpah pocong, yang disebut masyarakat lokal sebagai sompa madekan.

Macam-macam sengketa memaksa orang memaksa orang melakukan sompa madekan. Umumnya menyangkut hal-hal sepele dan berupa dugaan yang seharusnya tidak menempuh cara yang berisiko tinggi, seperti pencurian bantal atau korek api.


Tetapi ada juga sengketa yang tergolong berat, seperti kehamilan yang tidak diakui suami, sengketa warisan, tuduhan santet, dan lainnya.

Mengutip dari DuniaMasjid, Abdul Halim yang telah 15 tahun bertugas sebagai "penyumpah", kemasyhuran masjid itu dipercaya karena "keampuhannya" mendatangkan bala (balasan).

Abdul Halim mewariskan kariernya dari orang tuanya. Ketika ayahnya dahulu bertugas menyumpah, mereka yang bersalah akan langsung mendapat bala selesai sompa madekan.

Karena dipercaya akibatnya fatal, orang yang datang minta bersumpah tidak begitu saja dilayani.

Pemda Sampang ikut  turun tangan menyikapi fenomena ini. Mereka melakukan berbagai upaya supaya mereka yang bersengketa mengurungkan niatnya untuk sompa madekan.

Selain berbentuk nasihat,  Pemda Sampang juga menetapkan tarif sumpah yang mahal, dapat mencapai Rp1 juta lebih.

Dengan biaya yang besar itu diharapkan mereka yang bersengketa dapat berpikir dua kali dan menyelesaikan masalahnya secara damai tanpa sumpah pocong.

Memasuki halaman Masjid Madekan memang agak menyeramkan, terutama karena lokasinya yang berada di tengah kuburan serta dikelilingi oleh pohon-pohon besar.

Meski demikian, kegiatan ibadah rutin tetap dilaksanakan di sini. Pada hari Kamis sore banyak orang yang datang berkunjung membaca Alquran.

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]