"Pekerjaan rumah kita, sebaiknya tidak melupakan kasus penyakit lain," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam webinar bersama Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasitik Indonesia (P4I), beberapa waktu lalu.
Dari data yang dipaparkan Nadia, sejumlah penyakit zoonotik masih jadi pekerjaan rumah di beberapa provinsi. Beberapa provinsi itu bahkan menempati deretan atas angka penularan virus corona di Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, Nusa Tenggara Barat, Bali, Papua, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian kasus rabies masih jadi masalah di beberapa wilayah antara lain Bali, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Aceh dan Riau.
"Untuk antraks, di NTT hampir dua tahun ini mengalami KLB antraks. Harapannya, peningkatan kasus bisa diantisipasi meski kondisi Covid-19," imbuhnya.
Fogging pun hanya dilakukan di luar rumah dengan radius area pengabutan 200 meter dari rumah. Ini pun dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol physical distancing.
"Sementara pengendalian vektor dengue di dalam rumah dengan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dengan 3M Plus dan penyemprotan dalam rumah [indoor spraying] dengan produk pestisida rumah tangga," jelasnya. (els/asr)