Virus Corona di Sperma, Dokter Sarankan Tak Berhubungan Seks

CNN Indonesia | Sabtu, 09/05/2020 13:56 WIB
Ilustrasi Bercinta, Ilustrasi Bersetubuh, Ilustrasi Hubungan Suami Istri, Ilustrasi Hubungan Seks, Ilustrasi Hubungan Sex, Ilustrasi Berhubungan Seks, Ilustrasi Berhubungan Sex, Ilustrasi Hubungan Badan, Ilustrasi Berhubungan Badan Ilustrasi bercinta. (Istockphoto/eclipse_images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Studi terbaru mendeteksi virus corona terdapat di dalam air mani atau sperma pria yang terinfeksi Covid-19. Walaupun masih belum diketahui dapat menular melalui hubungan seksual, dokter menyarankan untuk tidak berhubungan seks sementara waktu atau menggunakan kondom sebagai bentuk pencegahan.

"Banyak pertanyaan yang belum terjawab ya. Kita harus preventif tentu dengan pakai kondom minimal walaupun tidak 100 persen dan abstinent atau tidak melakukan kontak seksual," kata dokter spesialis kulit dan kelamin Anthony Handoko kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (9/5).

Hubungan seksual yang dihindari itu termasuk oral seks karena virus corona juga ditemukan di saliva atau air liur. Saran dari Anthony itu sesuai dengan anjuran dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis JAMA Network Open.



"Puasa seks atau penggunaan kondom dapat dianggap sebagai sarana pencegahan untuk pasien ini," tulis penelitian itu.

Anthony menjelaskan penelitian terbaru di China membuktikan bahwa terdapat virus corona pada sperma pasien Covid-19 dan orang yang sudah dinyatakan sembuh.

"Jadi, kesimpulannya memang sperma ditemukan pada orang yang sudah terinfeksi dan sudah sembuh. Tapi, pertanyaan lanjutan seperti apakah menularkan secara seksual, itu belum terjawab," ucap Anthony.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Anthony menyebut penelitian ini tidak menganalisis penularan atau transmisi virus corona melalui hubungan seksual. Perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui berapa lama virus dapat hidup di sperma dan apakah virus dapat berpindah ketika sperma berpindah ke tubuh orang lain.

Sejauh ini transmisi virus corona yang sudah terbukti adalah melalui cairan di dalam saluran pernapasan seperti droplet saat bersin.


"Belum bisa dikategorikan itu (Covid-19) sebagai sexually transmitted disease (menular secara seksual) karena belum diketahui cara penularannya apakah genital ke genital," tutur Anthony yang merupakan direktur klinik kulit dan kelamin Pramudia.

Di sisi lain, Anthony menyoroti bahwa penelitian ini menggunakan sampel yang kecil yakni 38 pasien Covid-19. Pada penelitian itu ditemukan sperma pada orang yang terinfeksi dan orang yang sudah dinyatakan sembuh.


Menurut Anthony, perlu penelitian lanjutan pada sampel yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang bisa digeneralisir. (ptj/dea)

[Gambas:Video CNN]