Sarung Tangan Pelukan, 'The New Normal' di Hari Ibu

tim, CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 20:51 WIB
Carolyn Ellis (R) hugs her mother Susan Watts using the Rindu dengan pelukan ibu di Hari Ibu, seorang wanita dari Kanada membuat sarung tangan pelukan dan tirai plastik. (Jorge Uzon / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi virus corona membuat aktivitas banyak orang jadi terbatas. Tak bisa bersalaman apalagi berpelukan.

Namun seorang wanita Kanada, Carolyn Ellis dan suaminya Andrew menemukan cara untuk bisa memeluk ibunya dengan aman saat pandemi virus corona, yaitu dengan sarung tangan pelukan, tirai plastik dengan empat lengan yang tergantung di tali jemuran.

Mereka dibatasi oleh tirai terpal plastik, kemudian mereka masing-masing tangan akan masuk ke sarung tangan yang dilubangi di tirai tersebut. Mereka menempelkan sarung tangan plastik ke terpal besar, memungkinkan dua orang untuk saling berpelukan tanpa melakukan kontak langsung.


"Itu adalah upaya yang menghabiskan banyak waktu, mencoba untuk mencari tahu ukuran dan ketinggian lubang," kata Ellis dikutip dari AFP.

"Kami mengerjakannya sampai larut malam pada Sabtu malam, dan kemudian kami menyiapkan segalanya untuk Hari Ibu pada hari Minggu."


Ide "sarung tangan pelukan" ditemukan dan dibuat di malam Hari Ibu, yang tahun ini dirayakan pada 10 Mei di Amerika Utara.

"Terpikir oleh saya bahwa dia tidak mendapatkan pelukan, dan kami benar-benar perlu melakukan sesuatu tentang itu," kata Carolyn kepada AFP.

"Saya ingin memberikannya untuk Hari Ibu. Itu adalah hadiah yang luar biasa."

Sebuah video yang mereka rekam saat mereka berpelukan dibagikan di media sosial dan dengan cepat menjadi viral. Tapi Ellis mengatakan dia terkejut dengan seberapa cepat itu jadi viral dan populer.

"Aku hanya ingin memeluk ibuku," katanya.

"Kami sangat terkejut dengan seberapa cepat itu menyebar, tetapi senang bahwa orang lain mendapat manfaat dari pelukan kami. Kami menyukainya."

Mungkin saja sementara pelukan yang tertutup plastik tidak akan sebagus yang asli, pelukan itu masih menghibur - setelah berminggu-minggu dikurung dan langkah-langkah jarak sosial lainnya - untuk dapat memeluk ibunya lagi.



"Ini memungkinkannya untuk kembali normal. Ini benar-benar memberi kita harapan bahwa pandemi ini tidak akan selamanya," kata Ellis.

"Perasaan fisik itu terasa seperti di rumah, Anda tahu, pelukan dari ibu - rasanya begitu nyaman." (chs)

[Gambas:Video CNN]