Candi Borobudur Akan Dibuka Awal Juni, Turis Wajib Bermasker

CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 10:56 WIB
Suasana Candi Borobudur yang difoto dari Punthuk Setumbu, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (30/11). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/18. Candi Borobudur. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah ditutup selama kurang lebih tiga bulan, PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan kembali membuka objek wisata yang dikelolanya pada 8 Juni 2020.

Direktur Utama TWC Borobudur Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan bahwa pembukaan kembali TWC juga memperhatikan imbauan dari pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Protokol new normal yang akan dilakukan di TWC, dikatakan Edy, meliputi; kewajiban penggunaan masker oleh petugas dan wisatawan, pengecekan suhu tubuh bagi wisatawan, dan pengawasan jarak sosial antara wisatawan.


Tak ketinggalan penempatan klinik dan tenaga medis, tempat cuci tangan setiap 100 meter, dan papan anjuran pencegahan COVID-19.

"Untuk mengurangi interaksi antara petugas dan wisatawan, TWC menerapkan pembayaran sebagian loket tiket secara cashless (non-tunai)," kata Edy, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (19/5).

Selain untuk wisatawan, protokol new normal juga diterapkan di lingkungan pedagang sekitar TWC, dengan imbauan menjaga kebersihan agar kenyamanan wisatawan terpenuhi.

Ia mengatakan protokol ini juga sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang akan menerapkan program CHS (cleanliness, health, and safety) di setiap destinasi pariwisata.

"Program ini penting, karena pandemi telah membuat perilaku manusia berubah. Masyarakat jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk dalam melakukan aktivitas berwisata," ujarnya.

"Dengan diterapkannya protokol new normal, diharapkan pengelola tempat wisata dapat membangun kepercayaan wisatawan, sehingga sektor pariwisata dapat bangkit kembali secara perlahan," lanjutnya.

Hingga Selasa (19/5) di Jawa Tengah ada 1.165 kasus virus corona yang terkonfirmasi. Sebanyak 252 kasus sembuh, sementara 70 kasus meninggal dunia.

Secara keseluruhan di Indonesia ada 18.010 kasus yang terkonfirmasi, 4324 sembuh dan 1.191 meninggal dunia.



[Gambas:Video CNN]

(ANTARA)