Indonesia Lakukan Riset Herbal untuk Temukan Obat Corona

tim, CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 13:52 WIB
Group of Ophiocordyceps sinensis or mushroom cordyceps this is a herbs placed on wooden spoon on wooden background. on wooden table. National organic medicine. LIPI bekerjasama dengan berbagai instansi melakukan berbagai uji untuk menemukan obat antivirus dari bahan herbal demi pengobatan corona. (Istockphoto/Prot Tachapanit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai upaya untuk menemukan obat dan vaksin virus corona terus dilakukan. Berbagai bahan herbal yang ada di Indonesia juga dianggap berpotensi untuk menjadi obat corona.

Berbagai pengujian laboratorium dan juga uji ke manusia satu per satu mulai dijalankan. Saat ini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) masuk dalam konsorsium Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020.

"Program pencegahan dan penanganan tersebut meliputi 10 kluster riset dan kegiatan. Salah satu kluster yang diprioritaskan adalah riset herbal Indonesia sebagai antivirus", ungkap L.T. Handoko, Kepala LIPI, dikutip dari laman resmi LIPI.


"Kini melalui riset herbal, jahe merah, meniran, Cordyceps, sambiloto, daun sembung dan beberapa herbal lainnya difokuskan untuk diekstrasi guna menghasilkan senyawa aktif sebagai immunomodulator Covid-19," ujarnya.


Obat-obatan herbal ini akan diformulasikan menjadi immunomodulator bagi pasien covid-19 berstatus pneumonia ringan. Immunodulator adalah senyawa tertentu yang teruji dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun spesifik.

"Obat herbal ini sifatnya mengobati dan meningkatkan  sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi virus. Namun tidak berlaku untuk pasien kronis yang membutuhkan ventilator," jelas Masteria Yunolvisa Putra, Koordinator Penelitian Drug Discovery and Development di Pusat Penelitian Bioteknologi.

Uji klinis immunomodulator ini akan dilakukan di bulan Juni 2020 terhadap 90 pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet. Selain itu ada dua produk yang akan diuji klinis yaitu Cordyceps militaris dan kombinasi herbal (rimpang jahe merah dan herbal lain).


"Kombinasi herbal ini sudah diformulasikan. Ada prototipe dan datanya serta memiliki izin edar dari BPOM. Konsumsi herbal akan dilakukan selama 14 hari," ucap Masteria.

''Diharapkan pada bulan Juli analisis dan hasil sementara dari uji klinis sudah terlihat. Semoga di bulan Agustus didapatkan laporan akhir."

Penelitian ini dilakukan oleh LIPI dan Ristek-BRIN berkolaborasi dengan 10 institusi.

Terkait vaksin, sampai saat ini belum ada vaksin Covid-19. Namun Erlang Samodro, Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengungkapkan, Indonesia masuk dalam daftar pengujian vaksin Covid-19 oleh WHO.

"Indonesia masuk dalam solidarity clinical trial, meliputi pengujian obat-obatan termasuk vaksin di bawah Balitbang Kementerian Kesehatan," imbuh Erlang.

(chs)

[Gambas:Video CNN]