Penceramah:
Cendekiawan Islam, Komaruddin Hidayat
Ass. Wr. Wb
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya ini [tindakan berlebihan] terjadi sejak pra-Islam. Sebagian juga dilakukan oleh umat Islam sendiri.
Lihat juga:Cara Berbagi yang Dianjurkan Islam |
Di bulan puasa, misalnya. Dahulu kala, sebelum ada jam weker dan peralatan memasak belum memadai, orang-orang memukul beduk tengah malam untuk membangunkan sahur. Tapi, kan, sekarang sudah ada jam weker, microwave, dan lain-lain. Tapi di beberapa daerah, masih banyak yang memukul beduk jam 12-1 malam. Ini, kan, mengganggu orang-orang yang sedang tidur.
Tindakan seperti itu adalah bagian dari tindakan yang berlebihan.
Dalam masyarakat, saya juga sering mendengarkan ceramah yang mudah sekali mengkafirkan orang yang berbeda. Padahal, kafir, kan, banyak ragamnya. Ini juga merupakan bagian dari tindakan berlebihan.
Lihat juga:Menyebarkan Hoaks dari Sudut Pandang Islam |
QA Al Maidah ayat 77
قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوٓا۟ أَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا۟ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا۟ كَثِيرًا وَضَلُّوا۟ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ
Artinya:
"Katakanlah (Muhammad), "Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan, janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus."
Jadi, kadang kita tersesat, kita salah, kemudian kita mengajak orang lain berbuat salah. ini akibatnya tidak bagus.
Maka dari itu, dalam agama juga diperlukan ilmu dan sikap bijak. Jangan lupa juga bahwa Allah SWT memberikan rahmat-Nya dengan berbagi kasih sayang dan mengajarkan ilmu.
Wass. Wr. Wb. (asr)