Panduan Takbiran dan Lebaran Sehat Selama Pandemi Corona

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 18:49 WIB
African Muslim Man Making Traditional Praying To God While Wearing A Traditional Cap Dishdasha Selain menunda mudik, ada panduan Lebaran aman yang sebaiknya dipraktikkan di tahun ini demi menjaga kesehatan dan menjalankan imbauan pemerintah. ( Dok. FS-Stock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam laporan terakhirnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebut total ada lebih dari 20 ribu kasus positif Covid-19 di Indonesia. Melihat ini, orang harus makin waspada meski dalam suasana perayaan Idul Fitri. Umat Muslim musti melakukan adaptasi di tengah pandemi demi Lebaran yang aman dan bebas dari penularan virus corona.

Selain mengurungkan aktivitas mudik, ada beberapa panduan Lebaran aman yang sebaiknya dipraktikkan di tahun ini demi menjaga kesehatan dan menjalankan imbauan pemerintah.

1. Tak ada takbiran keliling


Harus diakui tradisi takbir keliling jadi keseruan tersendiri jelang Lebaran. Namun sebaiknya, Anda tidak nekat bergerombol dan melakukan takbir keliling dalam masa pandemi seperti sekarang.

Terlebih di DKI Jakarta, pihak kepolisian sudah melarang acara takbir keliling. Polisi pun bakal melakukan patroli guna mengantisipasi masyarakat yang nekat berkeliling.

"Jangankan takbiran, salat Id saja ditiadakan, di rumah saja. Kalau tetap ada yang takbiran kami akan halau mereka semua secara persuasif," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (22/5).

2. Salat di rumah

Salat Idul Fitri termasuk salat sunnah dan sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah. Maka tak heran jika salat dilakukan di area yang luas atau menambah area di sekitar masjid. Namun di masa pandemi, sangat disarankan untuk salat di rumah sendirian atau bersama anggota keluarga. Salat bersama anggota keluarga musti tetap memperhatikan jarak fisik (physical distancing).

Mengutip dari Alodokter, sebelum salat berjamaah di rumah, ada beberapa hal yang musti diperhatikan.

* Berwudhu bergantian
* Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
* Menggunakan masker kain dengan benar.
* Bawa sajadah atau alas salat sendiri.
* Jaga jarak dengan orang lain setidaknya 1,5 meter.
* Sebaiknya hindari jabat tangan atau berpelukan usai salat. Anda bisa menggantinya dengan senyum atau mengatupkan kedua tangan di depan dada.



3. Silaturahmi virtual

Silaturahmi atau kunjungan ke rumah orang tua, kerabat juga tetangga memang lekat dalam tradisi Lebaran. Namun demi keamanan bersama, sebaiknya silaturahmi tahun ini dilakukan secara virtual.

Anda bisa berkumpul secara virtual dengan aplikasi Zoom, Whatsapp Video Call atau perangkat lain. Memang tak ada sentuhan fisik, tak ada jabat tangan, tetapi perjumpaan virtual seperti ini tak akan mengurangi makna Lebaran dan silaturahmi. Telepon biasa atau pesan singkat pun bisa menyembuhkan kerinduan akan kampung halaman karena tidak mudik.

4. Zakat fitrah

Zakat fitrah ditunaikan di masa Ramadan atau selambat-lambatnya jelang pelaksanaan salat Idul Fitri. Demi menghindari pertemuan langsung, banyak organisasi pengelola zakat tidak lagi mengumpulkan zakat lewat kotak fisik apalagi membuka gerai di keramaian.

Anda tetap bisa berzakat dengan aman lewat layanan jemput zakat atau transfer perbankan. Berdasar ketetapan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp40ribu.



5. Kirim parcel

Biasanya untuk kerabat dekat atau sahabat, sapaan lewat telepon atau video call dirasa tidak cukup. Parcel atau hampers untuk Lebaran pun bisa jadi pilihan. Apalagi ada banyak produk yang menyediakan paket parcel Lebaran atau Anda bisa memesan sesuai keinginan. Layanan jasa antar dari ojek daring pun bisa membantu Anda mengirimkan kue kering buatan sendiri ke teman dan sahabat. (els/chs)

[Gambas:Video CNN]