Dokter Vania Tryanni, peserta pendidikan dokter spesialis ilmu penyakit dalam FKUI-RSCM, mengatakan, silaturahmi antarrumah atau antartetangga sangat tidak disarankan. Menurut dia ada potensi penularan penyakit saat itu dilakukan.
"Bayangkan kita bawa kuman dari luar, masuk ke rumah orang lain, lalu masuk ke rumah berikutnya," ujar Vania saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rekomendasi Hidangan Khas Lebaran Kaya Makna |
1. Pastikan kebersihan tangan
Kebiasaan cuci tangan tidak boleh dilonggarkan meski saat melakukan tradisi sungkem. Jika posisi usai dari luar rumah, pastikan membersihkan tangan untuk menyingkirkan kuman. Ganti pakaian disarankan jika memungkinkan.
Sehari-hari, kata Vania, anggota keluarga biasanya beraktivitas bersamaan. Kondisi work from home (WFH) dan orang tua yang sudah tidak memiliki kegiatan di luar rumah membuat kemungkinan penularan kecil.
"Tapi proses sungkem kan kontak erat ya, posisinya, jadi sangat ada risiko terjadi penularan," imbuhnya.
2. Penggunaan hand sanitizer
Bila cuci tangan dirasa kurang praktis tak ada salahnya menggunakan hand sanitizer. Penggunaan hand sanitizer ini bisa diterapkan pada anak-anak yang biasanya buru-buru ini menyantap makanan usai sungkem.
"Setelah sungkem, bisa menggunakan hand sanitizer sebelum ke sungkem berikutnya," kata Vania.
Ini untuk memastikan tidak ada transfer kuman dari tangan ke tangan yang lain. Jadi tiap ada kontak, kata Vania, susul dengan penggunaan hand sanitizer.
Lihat juga:Resep Lebaran: Ketupat |
3. Perhatikan etika batuk dan bersin
Penularan Covid-19 dikenal lewat tetesan cairan tubuh atau dropplet. Penting memperhatikan etika batuk dan bersin, Anda wajib menutup mulut dan hidung agar cairan batuk dan bersin tidak menyebar.
"Tutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu tisu dibuang dan cuci tangan. Kalau terpaksa tidak ada tisu, bisa tutup dengan lengan bagian dalam," ujar Vania.
4. Tidak disarankan memakai sarung tangan
Sebagian orang menganggap memakai sarung tangan akan membuat mereka bebas virus, namun Vania berkata tidak akan memproteksi dari penularan.
"Kalau enggak cuci tangan tetap membawa kuman. Pakai sarung tangan, salam-salaman, malah menumpuk kuman," imbuhnya. (fea)