Gejala Asma pada Anak dan Cara Menanganinya

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 19:16 WIB
Asthma Inhaler Meski belum ada obat untuk menyembuhkannya, namun dengan penanganan dan pencegahan yang tepat dapat menekan kambuhnya asma pada anak. (Foto: iStockphoto/agrobacter)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asma merupakan salah satu penyakit yang paling umum diderita anak-anak di seluruh dunia. Sayangnya, belum ada obat untuk menyembuhkan asma pada anak.

Meski demikian, asma bisa saja sembuh sendiri seiring ia tumbuh besar atau sebaliknya, gejalanya berlanjut hingga dewasa.

Namun dengan perawatan yang tepat dan menghindari pemicunya, potensi asma kambuh bisa ditekan sekaligus mencegah kerusakan paru-paru di masa mendatang.


Asma yang diderita sejak kecil, terutama di usia yang masih sangat muda, seringkali luput dan tak terdeteksi oleh orang tua. Orang tua yang tak mengenali gejala asma mungkin menganggapnya sebagai batuk, pilek, atau reaksi alergi biasa.

Apalagi, mengindikasikan penyakit yang diderita anak merupakan sebuah tantangan bagi orang tua. Sebab kebanyakan anak kesulitan untuk menjelaskan perasaan dan kondisi yang mereka rasakan.

Ini menjadikan orang tua mesti sensitif dan waspada jika gejala yang dianggap ringan itu terjadi cukup lama dan berulang. Bisa jadi merupakan indikasi bahwa sang anak mungkin menderita asma.

Terlebih jika reaksinya bertambah buruk ketika anak berada di sekitar pemicu asma, seperti asap atau bau yang kuat, maupun alergen seperti debu, bulu boneka atau hewan peliharaan, dan sebagainya.

Gejala Asma pada Anak

ilustrasi anak laki-laki sakitilingBatuk mengi bisa menjadi salah satu gejala asma pada anak (Foto: IStockphoto/ljubaphoto)


Berdasarkan American Academy of Allergy Asthma & Immunology (AAAAI) sebagian besar asma pada anak muncul sebelum usianya 5 tahun, mengutip LiveScience. Anak-anak memiliki saluran napas yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa, sehingga asma bisa menjadi problem serius bagi mereka.

Tingkat keparahan dan frekuensi kambuhnya asma dapat bervariasi. Baik anak maupun orang dewasa gejalanya mirip-mirip dan bisa memburuk ketika malam hari ataupun saat melakukan aktivitas fisik yang berat.

Gejala umum yang harus diperhatikan orang tua jika anak mungkin terserang asma, antara lain:


  • Batuk yang tak kunjung sembuh berhari-hari bahkan berminggu-minggu
  • Batuk semakin parah jika disertai flu dan pilek
  • Batuk disertai napas berat
  • Terdengar suara mengi atau seperti siulan, terutama saat bernapas
  • Dada sesak
  • Napas cenderung pendek
  • Kesulitan bernapas meski sekadar bermain atau berlarian
  • Sering masuk angin yang mengendap di dada

Ketika mengalami serangan asma, anak mungkin akan sulit untuk berbicara, makan, atau tidur karena sesak yang dirasakannya. Yang harus dilakukan orang tua pertama kali adalah mendudukkannya dalam posisi tegak, sembari diberikan sandaran punggung yang empuk seperti bantal.

Kemudian pandu mereka untuk bernapas pelan-pelan dan teratur. Anda bisa mengambilkan sebaskom air panas dan minta anak untuk menghirup uapnya hingga saluran napasnya sedikit lega dan nyaman.


Penyebab Asma pada Anak

Ilustrasi anak sekolahAyah maupun ibu yang memiliki riwayat kesehatan serupa lebih mungkin mewariskan asma pada anak (Foto: Istockphoto/ Fizkes)

Asma bukanlah penyakit menular, namun bisa diwariskan dari orang tua kepada anak. Jadi anak lebih mungkin menderita asma jika terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini.

Mengutip Medical News Today, 70 persen kasus anak yang menderita asma disebabkan oleh genetik.

Namun, genetik bukan satu-satunya penyebab asma. Ada faktor lain yang mencetus reaksi alergi sehingga mengakibatkan asma, yakni:

  • infeksi pernapasan seperti pilek dan flu
  • alergen dalam ruangan, seperti tungau di tempat tidur, debu pada furnitur dan karpet, bulu boneka, dan bulu hewan peliharaan
  • alergen luar ruangan, seperti polusi udara, serbuk sari, jamur, asap rokok
  • bau yang tajam, seperti cat, pernis, lem
  • udara dingin
  • stres
  • mengonsumsi makanan dan minuman berpengawet
  • faktor emosional yang berlebihan, seperti marah, takut, kelelahan, aktivitas fisik yang berat, dan sebagainya.

Ilustrasi Anak PerempuanMakanan dan minuman berpengawet dan berpemanis dapat memicu asma pada anak (Foto: calvinwang6808020/Pixabay)

Asma juga akan diperparah jika anak mengalami obestitas, punya alergi, orang tua perokok, dan tinggal di daerah dengan paparan alergen maupun polusi yang tinggi.

Pencegahan dan Penanganan Asma

Ilustrasi InhalerInhaler berisi obat untuk melegakan saluran napas dan meredakan sesak pada anak dan orang dewasa. Efek kerja inhaler dapat dirasakan relatif cepat dalam beberapa menit. (Foto: InspiredImages/Pixabay)

Ketika anak menunjukkan gejala asma untuk pertama kalinya, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Dokter biasanya meresepkan obat yang mirip dengan orang dewasa, namun dengan dosis yang lebih rendah dan cara yang berbeda, seperti nebulizer, inhaler, atau obat kunyah.

Selain upaya pengobatan, ada cara lain yang penting diketahui orang tua untuk mengendalikan asma, yakni dengan upaya pencegahan.

Sebab belum ada obat yang bisa menyembuhkan asma secara total, dan sebaiknya tidak membuat anak menggunakan obat secara terus-menerus.

mum teaching daughter cleaning homeMenerapkan kebiasaan bersih dapat mengurangi kambuhnya asma pada anak. (Foto: Istockphoto/PRImageFactory)


Orang tua dapat menerapkan 14 cara dan kebiasaan sehat untuk mencegah munculnya gejala alergi dan asma pada anak, sebagai berikut.

  • Rajin membersihkan rumah dengan vakum secara teratur untuk menghilangkan debu, jamur, kecoa, dan bulu-bulu hewan peliharaan
  • Cuci sprei, selimut, dan handuk anak dengan air panas setidaknya seminggu sekali
  • Bersihkan segala jamur yang menempel di area basah seperti kamar mandi
  • Tutup jendela maupun pintu ketika jumlah polusi, asap, atau debu sedang tinggi
  • Orang tua tidak merokok di dekat anak, di dalam mobil, atau di dalam rumah
  • Nyalakan AC dengan mode sejuk. Udara sejuknya dapat mengurangi kelembapan dan alergen di udara pemicu asma 
Relaxed satisfied older woman sitting leaning back on couch in air conditioner room, happy peaceful mature female with hands behind head resting on sofa at home, enjoying fresh air, breathingUdara sejuk yang dihasilkan AC baik untuk mengontrol gejala asma pada anak maupun orang dewasa. (Foto: Istockphoto/Getty Images/fizkes)
  • Perbanyak minum seperti air putih, jus buah alami, dan teh hangat untuk meringankan gejala asma
  • Berikan makanan yang sehat dan bebas pengawet atau pemanis yang memicu batuk
  • Jauhkan makanan pemicu alergi anak, misalnya udang
  • Cuci mainan anak setiap minggu dengan direndam dalam air panas dan sabun
  • Hindarkan anak dari bau-bauan menyengat seperti cat, parfum, hairspray, perapian atau pembakaran kayu
  • Pakaikan anak masker dan penutup leher (scarf) ketika cuaca dingin atau berangin
  • Beri anak vaksin influenza setahun sekali, terutama ketika masuk musim penghujan
  • Sesuaikan aktivitas anak dengan kemampuannya agar terhindar dari stres dan capek berlebih.

Kesimpulannya, tak cukup berbekal obat untuk mengatasi asma pada anak. Sebagai orang tua hendaknya memahami apa saja yang menjadi pemicu gejala asma kambuh dan berusaha menghindarinya.

Dengan penanganan asma yang tepat dan sedini mungkin, tentunya sang anak dapat kembali tidur nyenyak sepanjang malam, serta kegiatan belajar di sekolah maupun aktivitasnya bermainnya tak lagi terganggu.

(fef/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK