Mengenal Penyakit Asma dan Cara Menangkal Serangannya

tim, CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 10:51 WIB
Mengenal Penyakit Asma dan Cara Menangkal Serangannya Penyakit asma memang belum bisa disembuhkan. Namun dengan kontrol dan pengobatan, penderita bisa menjalankan aktivitas normal dan punya harapan hidup tinggi. (Foto: Istockphoto/ Catinsyrup)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asma merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang paling banyak diidap orang Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 4,5 persen penduduk Indonesia menderita asma, dengan total estimasi 11 juta lebih penderita. 

Di sisi lain, data WHO menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau sekitar 1,77 persen dari keseluruhan jumlah kematian penduduk. Angka tersebut menempatkan Indonesia di urutan ke-19 negara dengan kematian akibat penyakit asma terbanyak di dunia.

Merujuk American Academy of Allergy Asthma and Immunology, meski sampai saat ini penyakit asma belum bisa disembuhkan sama sekali, namun dengan kontrol dan pengobatan yang tepat, penderita asma bisa menjalankan aktivitas secara normal dan memiliki harapan hidup yang tinggi.



Asma terjadi ketika paru-paru mengalami peradangan. Peradangan membuat saluran napas bengkak dan menyempit akibat produksi lendir berlebih kemudian membuat penderitanya sulit bernapas.

Asma merupakan kondisi kronis alias jangka panjang dan sifatnya kambuhan. Melansir Mayo Clinic, orang yang menderita asma umumnya ditandai dengan mengi atau napas berbunyi, dada terasa berat, sesak napas, dan batuk. Gejala tersebut bisa dirasakan dalam intensitas ringan hingga parah. Serangan asma terjadi ketika gejala yang dirasakan jadi semakin memburuk. 

Asma bisa menyerang orang-orang tanpa mengenal usia dan seringkali dimulai sejak masa kanak-kanak, meski tidak selalu demikian.

Jika Anda memiliki asma atau riwayat keluarga yang menderita asma, penting untuk mengetahui cara mengendalikan asma agar tidak menjadi batasan Anda saat beraktivitas. Sebab meski tampak sepele, asma yang berat dan parah bisa mengancam nyawa. Karenanya penting untuk tahu cara mengontrol, mencegah, dan memilih terapi atau pengobatan yang tepat.

Penyebab Umum Penyakit Asma
Setiap penderita asma memiliki penyebab yang berbeda. Kendati demikian, asma biasanya merupakan hasil atas respons tubuh terhadap paparan alergen di lingkungan. Selain itu, meningkatnya risiko asma lainnya disebabkan oleh lingkungan, riwayat keluarga atau gen, kondisi medis, maupun jenis kelamin. Berikut penjelasannya, merujuk National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI).

- Imunitas tubuh melemah: Asma terjadi ketika saluran udara paru-paru menyempit, yang membuat kesulitan bernapas. Penyempitan ini biasanya disebabkan oleh peradangan, yang membuat saluran udara membengkak dan dapat menyebabkan sel-sel saluran napas memproduksi lendir berlebih. Seiring waktu, jika asma tetap menjangkit, dinding saluran napas bisa menjadi lebih tebal sehingga mempersempit saluran udara.

Mengenal Penyakit Asma dan Cara Menangkal Serangannya [HOLD]Asma bukanlah penyakit menular. Namun, para peneliti menyimpulkan asma dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Jika orang tua merupakan penderita asma, sang anak lebih mungkin mewarisi kecenderungan mengidap asma. (Foto: Istockphoto/monkeybusinessimages)

- Genetik: Gen berperan menyebabkan orang lebih rentan asma. Itulah alasannya memiliki orang tua terutama ibu yang menderita asma cenderung meningkatkan risiko anak akan turut mengidap asma. Sebab gen-gen yang diwariskan orang tua turut membentuk sistem kekebalan tubuh dalam merespons alergen.

- Faktor lingkungan: Seseorang dapat meningkatkan risiko terserang asma karena pindah tempat. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan lingkungan, suhu, dan buruknya kualitas udara akibat polusi.

- Alergi: Salah satu pencetus asma adalah reaksi alergi. Orang yang menderita asma biasanya juga memiliki alergi lain, misalnya alergi makanan tertentu atau alergi dingin dan pilek. Seseorang yang memiliki reaksi alergi terhadap partikel udara seperti serbuk sari, bulu, jamur, atau debu sejak kecil berisiko lebih tinggi terkena asma.

Mengenal Penyakit Asma dan Cara Menangkal Serangannya [HOLD]Obesitas juga memicu kolesterol tinggi dan diabetes, yang semuanya dapat berkontribusi pada kesulitan bernapas. Tak hanya itu, obesitas lebih rentan pada paparan alergen seperti bahan kimia, asap rokok, dan polusi udara. (Foto: Istockphoto/Fertnig)

- Kegemukan: Obesitas meningkatkan faktor risiko seseorang terkena asma. Kelebihan lemak di sekitar dada dan perut dapat mempersempit ruang paru-paru sehingga membuat lebih sulit bernapas. Jaringan lemak juga menghasilkan zat peradangan yang dapat merusak fungsi paru-paru dan memicu asma.

- Infeksi pernapasan dan mengi: Anak kecil yang sering mengalami infeksi pernapasan akibat virus berisiko tinggi mengalami asma sejak dini.

- Jenis kelamin: Dalam beberapa kasus, asma yang menyerang pada usia anak-anak cenderung lebih banyak diderita oleh anak laki-laki. Sementara asma yang berkembang saat usia remaja hingga dewasa seringkali mayoritas diderita wanita ketimbang pria.


Gejala yang Dirasakan ketika Asma

Mengenal Penyakit Asma dan Cara Menangkal Serangannya [HOLD]Asma tak hanya menimbulkan perasaan sesak di dada ketika bernapas. Organ tubuh lain juga bisa memberikan sinyal ketika mengalami serangan asma, salah satunya kesemutan pada tangan maupun kaki. (Foto: Istockphoto/Moyo Studio)

Sering tidaknya asma kambuh tergantung pada tingkat keparahan asma maupun intensitas paparan alergen. Ada yang berlangsung beberapa kali dalam sepekan, ada pula yang kambuh sesekali per tahunnya.

Bagi sebagian orang, asma dapat menyebabkan rasa tidak nyaman tetapi tak begitu mengganggu. Kendati demikian, asma diawali dengan tanda atau gejala seperti dada terasa sesak, sering batuk berdahak terutama pada malam atau dini hari, sesak napas, mengi (terdapat suara seperti siulan saat mengembuskan napas), napas pendek, sesak yang disertai pusing atau kesemutan pada kaki maupun tangan.


Tips Mengatasi Serangan Asma
Asma yang tak terkontrol dengan baik bisa bersifat progresif, yang lambat laun bisa merusak paru-paru. Dengan mengetahui pengobatan yang bisa mengendalikan kambuhnya asma memungkinkan Anda untuk kuat menjalankan aktivitas seperti biasa dan mencegah serangan asma datang tiba-tiba. 

Mengenal Penyakit Asma dan Cara Menangkal Serangannya [HOLD]Inhaler (puffer) biasa digunakan untuk meredakan gejala asma seperti batuk, mengi, dan sesak napas. Inhaler bekerja cepat untuk melemaskan otot-otot dan membuka saluran napas di paru-paru sehingga membuat penderita asma lebih mudah untuk bernapas. (Foto: Istockphoto/ Catinsyrup)

Dokter biasanya menyesuaikan metode pengobatan untuk mengontrol asma kambuh, misalnya dengan memberi obat harian jika asma yang diderita merupakan tipe kronis atau memberikan inhaler untuk pengobatan jangka pendek jika terjadi serangan asma.


Cara Mengontrol dan Mengatasi Asma
Hingga saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan asma secara total. Dokter biasanya akan menyarankan penderita asma untuk semaksimal mungkin menghindari faktor risiko agar asma tak kian memburuk.

Selain itu, dokter biasanya meresepkan obat-obatan untuk membantu mencegah timbulnya gejala asma. Obat dapat mengurangi peradangan saluran napas dan mencegah penyempitan saluran udara, serta membuka dan mengendurkan otot-otot tegang di saluran pernapasan.

Jika Anda menderita asma, setidaknya ketahui pertolongan pertama untuk meredakan gejalanya. Termasuk menghindari pemicu asma dan mempertahankan gaya hidup sehat. Seperti menjaga berat badan ideal, makan makanan sehat dengan memperbanyak buah, sayur, dan vitamin D. Makanan tinggi vitamin D bisa didapatkan dari tuna, salmon, makerel yang ampuh mengendalikan asma.

Mengenal Penyakit Asma dan Cara Menangkal Serangannya [HOLD]Selain menjaga kesehatan tulang, makan makanan kaya vitamin D seperti fatty fish  dapat meningkatkan kesehatan pernapasan dengan memperbaiki struktur paru-paru, menguatkan otot pernapasan, dan mencegah peradangan. (Foto: Picjumbo/Viktor Hanacek)

Kemudian, pelajari teknik pernapasan, meditasi, dan berolahraga. Anda juga bisa meletakkan air filter maupun air humidifier di dalam rumah. Kedua alat ini berfungsi untuk menjernihkan udara sekaligus mematikan virus dan bakteri yang ada di udara. Terakhir, hindari merokok maupun menjadi perokok pasif. Mengisap asap tembakau membuat asma lebih sulit diobati.

Menukil Kemenkes, jauhi pula pemicu yang kerap dialami penderita asma seperti bulu binatang. Hindari berlama-lama tinggal di lingkungan berpolusi; rajin membersihkan rumah agar terhindar dari debu, tungau, kecoa, dan jamur.

Selain itu, pantang makanan dan minuman mengandung pengawet seperti MSG; kurangi menggunakan parfum atau wewangian yang menyengat; serta kelola stres dengan baik.

(fef/chs)