7 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali

Tim | CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2020 12:27 WIB
Ilustrasi Hidangan Kerang Ilustrasi. Makanan laut menjadi salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan lagi karena berpotensi berubah menjadi racun. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Demi kepraktisan sekaligus bentuk penghematan, aktivitas memasak hanya dilakukan sekali dalam sehari. Sisanya Anda tinggal memanaskan kembali makanan-makanan yang sudah ada. Namun, ada beberapa makanan yang tidak dapat dipanaskan kembali.

Beberapa jenis makanan dapat berubah jadi racun saat dipanaskan kembali, seperti berikut mengutip berbagai sumber.

1. Ayam
Memanaskan makanan dengan kandungan protein, termasuk ayam, bukan ide bagus. Ayam yang dipanaskan lagi bisa menimbulkan masalah pencernaan. Jika Anda benar-benar terpaksa ingin memanaskan ayam, sebaiknya panaskan dengan suhu rendah dan durasi lebih lama.

2. Jamur
Memanaskan dan menyantap makanan sisa kadang bukan ide bagus apalagi jika menyangkut jamur. Ahli gizi Brigitte Zeitlin berkata, jamur merupakan salah satu jenis sayur yang tidak boleh dipanaskan lagi.

"Jamur bisa mengakibatkan masalah pada perut saat dipanaskan karena kandungan mikronutrien di dalamnya. Jadi sekali lagi, sebaiknya Anda menghabiskan jamur dalam sekali santap," jelas Zeitlin mengutip dari Bustle.

Saat jamur ditinggalkan dalam suhu ruang, bakteri bisa cepat tumbuh dan berkembang. Jika memang terpaksa tidak habis, sebaiknya jamur didinginkan dan segera disimpan di kulkas.

3. Kentang
Kentang bisa jadi suaka buat bakteri penyebab botulisme yakni Clostridium botulinum, jika dibiarkan dalam tempat bersuhu ruang. Mengutip dari Alodokter, botulisme merupakan kondisi keracunan serius pada sistem saraf otak, tulang belakang dan saraf lain. Bakteri pun tidak bisa hilang selama proses memanaskan.

Mengutip Good House Keeping, sebaiknya setelah dimasak dan tidak habis disantap, biarkan suhu kentang menurun. Kemudian letakkan di kulkas selama maksimal 3 hari. Idealnya, kentang bisa dinikmati lagi sebagai campuran salad.

4. Seledri
Seledri tak jarang jadi campuran masakan berkuah termasuk sup, soto, maupun bakso. Semua masakan ini nikmat disantap dalam kondisi hangat. Namun, seledri adalah salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan lagi.

Ilustrasi Daun SeledriIlustrasi. Seledri menjadi salah satu makanan yang tak bisa dipanaskan kembali karena berisiko berubah menjadi racun. (stevepb/Pixabay)


Mengutip Times of India, seledri mengandung nitrat yang tinggi. Jika dipanaskan, nitrat akan berubah jadi nitrit yang bisa meningkatkan risiko methemoglobinema saat masuk terlalu banyak ke dalam tubuh. Methemoglobinema sendiri merupakan kondisi saat nitrit dalam darah berinteraksi dengan hemoglobin dan zat besi sehingga tidak mampu membawa oksigen ke seluruh tubuh.

5. Seafood
Makanan laut alias seafood bisa dibilang cukup 'rewel' masalah keamanan. FDA menyebut, bakteri akan terbentuk jika seafood dibiarkan berada dalam suhu ruang selama lebih dari dua jam yang berisiko memicu keracunan makanan.

Jika terpaksa, Anda bisa memanaskan seafood dengan menyeluruh dan tidak didiamkan terlalu lama untuk menghindari kontaminasi.

6. Bayam
Bayam termasuk sayuran yang sangat disarankan untuk dikonsumsi. Di balik nutrisinya yang kaya, bayam bisa menjadi racun jika dipanaskan kembali. Bayam mengandung nitrat dan zat besi. Saat dipanaskan, nitrat bisa berubah jadi nitrit dan zat-zat yang bersifat karsinogen (mengakibatkan kanker). Selain bayam, Anda pun sebaiknya tidak memanaskan bit.

7. Telur
Karena tinggi kandungan protein, sebaiknya Anda tidak memanaskan telur. Memanaskan protein dalam suhu tinggi bisa membuatnya berubah jadi racun sehingga menimbulkan masalah pada saluran pencernaan.

Selain itu, mengutip Cooking Light, Anda juga sebaiknya tidak memanaskan ulang telur yang telah tersimpan di wadah selama lebih dari dua jam. Bakteri listeria bisa berkembang dengan cepat di suhu hangat dan menimbulkan risiko kesehatan.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER