7 Cara Ajak Anak untuk Berkebun

tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2020 11:21 WIB
Ilustrasi pot tanaman Berkebun bisa membantu 'membunuh' rasa bosan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Yuk, ajak anak-anak untuk berkebun. (KaboomPics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kegiatan menanam atau berkebun cukup ramai dibicarakan di media sosial semenjak pandemi Covid-19. Rupanya berkebun bisa membantu 'membunuh' rasa bosan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Selain menanam tanaman, aktivitas berkebun bisa menanamkan nilai-nilai penting dalam hidup termasuk kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab.

Menurut Lucy Jones, penulis 'Losing Eden: Why Our Minds Need the Wild'. alam memainkan peran dalam perkembangan kesejahteraan (well-being) anak.

"Jika kita berkebun, mikroba penting di tanah bisa meningkatkan serotonin (zat kimia di otak yang berkontribusi pada rasa bahagia) dan bau tanah setelah hujan (petrikor) mempengaruhi otak dengan cara meningkatkan suasana hati," jelas Jones mengutip dari Good House Keeping.


Melihat berbagai manfaat tersebut, melibatkan anak dalam aktivitas berkebun adalah sebuah hal yang baik. Lalu bagaimana caranya agar mereka tertarik dan bersemangat?



1. Mulai dari yang kecil

Melansir dari Bright Horizon, sebaiknya mulai dengan sesuatu yang kecil. Anda tak perlu menyediakan lahan luas untuk mulai mengajak anak berkebun. Mulai saja dengan menanam tomat di pot atau bunga matahari di pot dan diletakkan di depan jendela rumah.  

Proyek-proyek kecil seperti ini bisa Anda gunakan untuk mengajarkan anak tentang dasar berkebun seperti media tanah yang baik, pentingnya sinar matahari dan menyiram tanaman.

2. Biarkan anak memilih jenis tanaman

Untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap berkebun, biarkan anak memilih jenis tanaman yang ingin mereka tanam. Sebagai contoh, tomat ceri untuk bahan masakan dan bisa memproduksi buah lebih cepat daripada tomat besar. Sayuran berdaun hijau semisal, sawi, bayam atau kangkung yang bisa tumbuh cepat dan bisa dipanen lebih dari sekali.

Kemudian tanaman hias yang memiliki bunga. Saat berbunga apalagi berwarna-warni, anak bisa tambah semangat seperti bunga matahari, morning glory, petuniam dan mawar.

3. Buat perlengkapan sendiri

Kegiatan berkebun bisa Anda gabungkan dengan aktivitas kerajinan tangan. Namun dalam hal ini, ajak anak membuat sendiri perlengkapan berkebun mereka. Alana Cama, Schools and Groups Programme Manager di Royal Horticultural Society menyarankan untuk membuat penyiram tanaman (watering can) dari botol bekas. Sediakan botol dan lubangi pada bagian tutupnya.

"Ajak anak untuk mendekorasi bagian luar botol, buat beberapa lubang pada tutupnya dan Anda mendapatkan sebuah penyiram tanaman, yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman atau menebar biji," kata Cama.  

4. Konsisten

Kunci keberhasilan berkebun adalah konsistensi. Konsisten ini mulai dari perawatan hingga tanggung jawab akan penggunaan alat. Ajarkan anak cara menggunakan penyiram tanaman, cara mengisi ulang sekaligus penyimpanan saat tidak digunakan. Tunjukkan juga cara menghilangkan tanaman liar di sekitar tanaman utama.

5. Buat penanda tanaman

Anda bisa menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab lewat penanda tanaman. Anak bisa membubuhkan papan kertas bertuliskan namanya plus gambar yang menarik agar dia bersemangat merawat. Ajak pula dia memanfaatkan batu-batu sekitar tanaman untuk ditata mengitari tanaman sehingga tampilan taman lebih menarik sekaligus memberikan anak aktivitas lain.

6. Ajak anak olah hasil panen

Saat panen tiba, biarkan anak merasakan sendiri memanen tanaman jika Anda menanam tanaman sayur. Ajak anak untuk turut mengolah hasil panennya. Jika menanam sawi, ajak anak untuk memotong sawi dan menggunakannya sebagai campuran mi telur. Untuk tanaman tomat ceri bisa dijadikan topping juga seledri bisa digunakan untuk campuran sup.


7. Belajar membuat pupuk kompos

Ben Raskin, Head of Horticulture di Soil Association, merekomendasikan untuk melibatkan anak membuat kompos.

"Anda bisa berkeliling dapur dan melihat apa yang bisa dijadikan kompos. Ada beberapa benda aneh yang tidak Anda bayangkan seperti rambut atau stik es krim," katanya.

Bantu anak untuk memahami pentingnya kompos bagi tanah dan buat tanaman. Ben berkata menjelaskan pada anak bahwa sesendok tanah mengandung banyak organisme seperti hutan kecil bisa membuat mereka bersemangat. (els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK