8 Tips Berwisata di Era New Normal

CNN Indonesia | Kamis, 11/06/2020 10:36 WIB
Pejalan kaki melewati pedestrian dengan lampu penerang jalan warna-warni di terowongan Jalan Kendal, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.  Fasilitas  ini hanya diperuntukan untuk pejalan kaki sebagai penunjang konsep Transit Oriented Development (OTD) Dukuh atas yang menghubungkan penumpang MRT, Commuter Line, Transjakarta dan Kereta Bandara. CNNIndonesia/Safir Makki Ilustrasi. Pejalan kaki melewati terowongan Jalan Kendal, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Karantina mandiri selama 14 hari bagi pendatang sepertinya masih akan menjadi syarat wajib saat new normal (normal baru) berlangsung di dunia wisata, seperti yang dikutip dari Smarter Travel pada Kamis (11/6).

Kalau tidak punya banyak waktu untuk karantina, sebaiknya urungkan niat berwisata sembari menunggu titik cerah soal menurunnya jumlah kasus meninggal dan positif COVID-19 di destinasi tujuan.

Wajah dunia wisata juga bakal banyak berubah setelah pandemi virus corona berakhir. Selagi menunggu lampu hijau untuk berwisata, tak ada salahnya menabung dana liburan ke destinasi impian.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan turis saat hendak berwisata lagi usai pandemi virus corona:

1. Kurangi transportasi umum

Penggunaan transportasi umum memang tak bisa dihindari, namun sebaiknya kurangi penggunaan transportasi umum sebisa mungkin.

Menyewa kendaraan atau berkendara bersama orang yang satu rumah bisa jadi jalan keluarnya.

Saat naik kendaraan sewa atau naik kendaraan umum jangan lupa untuk mengenakan masker, membawa hand sanitizer, dan tak menyentuh permukaan kendaraan.

2. Serba online

Unduh aplikasi transportasi atau gunakan pembayaran non-tunai untuk menghindari interaksi, contohnya saat hendak check-in pesawat atau naik kereta bandara.

3. Bersih-bersih

Bawa hand sanitizer dengan alkohol minimal 60 persen dan tisu di dalam tas, sehingga bisa langsung melakukan bersih-bersih saat harus duduk atau menyentuh permukaan suatu tempat, misalnya bangku pesawat atau lift hotel.

4. Bawa makanan dan minuman

Banyak maskapai penerbangan yang tak lagi menyediakan makanan untuk menghindari interaksi yang mengundang penularan virus.

Bagi yang punya banyak waktu, bisa membawa makanan dan minuman dari rumah. Namun bagi yang tak punya banyak waktu, bisa membelinya di tempat makan menuju bandara.

5. Duduk dekat jendela

Alat transportasi banyak yang mengosongkan bangku tengah demi jarak sosial. Pilih tempat duduk dekat jendela saat naik pesawat dan jangan keluar masuk area bangku jika tak perlu, misalnya batasi hanya untuk ke toilet.

Duduk di pojok dirasa bisa mengurangi pemaparan dari virus penyakit dibanding mereka yang memilih duduk dekat lorong.


6. Beli asuransi perjalanan

Sebelum pandemi virus corona, banyak yang membeli asuransi perjalanan hanya untuk wisata ke luar negeri. Sebaiknya bekali diri dengan asuransi perjalanan juga saat wisata di dalam negeri.

Ada banyak asuransi perjalanan yang juga menyertakan diagnosis virus corona, sehingga membuat perjalanan bakal lebih tenang.

Jangan lupa bertanya ke agen asuransi soal manfaat dan kegunaannya sebelum membeli.

7. Tiket refund

Hindari membeli tiket perjalanan, tiket masuk tempat wisata, atau tempat penginapan tanpa layanan gratis pembatalan atau pengembalian dana (refund).

Walau harganya lebih mahal dari yang biasa, namun layanan ini berguna saat digunakan kala berwisata di tengah situasi genting, seperti pandemi atau bencana alam.

Ketahui juga hak dan kewajiban konsumen, sehingga tak buang waktu dan energi saat mengeluh tak mendapat pengembalian dana utuh.

8. Cari informasi

Sebelum memesan paket perjalanan wisata, cari informasi sebanyak mungkin mengenai kondisi destinasi yang dituju.

Hingga saat ini banyak negara yang menerapkan travel bubble, atau izin bepergian hanya untuk negara tetangga, seperti Eropa.

Beberapa destinasi wisata di Indonesia juga masih masuk zona merah karena tingginya kasus COVID-19.

Carilah informasi melalui sumber yang resmi dan jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial.


(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]