9 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/06/2020 18:56 WIB
Beautiful Little Girl Drinking Glass of Milk Ada 9 cara yang dapat orang tua lakukan untuk meningkatkan daya tubuh anak agar terhindari dari berbagai kuman, virus, dan bakteri. (Foto: Istockphoto/kajakiki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang tua tentu ingin melindungi anak-anaknya dari penyakit. Untuk itu, ketahui cara meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tubuhnya imun dalam kondisi apa pun.

Daya tahan tubuh ibarat mekanisme pertahanan tubuh anak dalam melawan penyakit. Ketika tubuh sehat, sistem kekebalan tubuh berarti sedang bekerja optimal.

Namun ada kalanya, daya tahan tubuh drop sehingga anak rentan sakit.

Ada banyak cara yang dapat orang tua lakukan untuk meningkatkan daya tubuh anak dalam melawan berbagai kuman, virus, dan bakteri. Upaya ini dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh mereka dengan menerapkan kebiasaan sehat.

Berikut 9 cara meningkatkan daya tahan tubuh anak agar lebih sehat dan kuat.


1. Penuhi kebutuhan susu

Breastfeeding baby. Pretty mother holding her newborn child. Mom smile and nursing infant. Beautiful woman and new born love at home. Blond mother breast feeding baby.Memenuhi asupan nutrisi dari susu bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak dari serangan penyakit dan infeksi (Foto: Istockphoto/Tetiana Mandziuk)

Anak-anak yang diberi ASI seringkali lebih sehat dan lebih sedikit alergi karena ia mendapat antibodi pelindung dari kolostrum yang diproduksi oleh ASI sang ibu. Bayi yang mendapat ASI eksklusif setidaknya selama enam bulan pertamanya akan lebih mungkin mengurangi risiko infeksi dan alergi.

ASI mengandung antibodi penambah imun dan sel darah putih. Ini semua berperan menangkal beragam penyakit seperti infeksi telinga, alergi, diare, pneumonia, meningitis, infeksi saluran kemih, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Bahkan studi menunjukkan bahwa ASI dapat meningkatkan kekuatan otak bayi dan membantu melindunginya terhadap diabetes, radang usus, dan beberapa jenis kanker di kemudian hari.

Bagi balita atau anak-anak yang lebih besar, dapat mengonsumsi susu sapi atau kambing untuk meningkatkan antibodinya.

Jika anak tak begitu suka susu, campurkan susu dalam jus, smoothie, atau minuman kesukaannya agar mereka tetap mendapatkan asupan nutrisi yang penting untuk pertumbuhannya.

2. Perbanyak buah dan sayur

baby girl eating  vegetable at homeMakanan kaya sulfur bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi sembelit, dan mencegah pertumbuhan sel kanker (Foto: Thinkstock/M-image)

Wortel, kacang hijau, jeruk, stroberi merupakan makanan mengandung fitonutrien yang berfungsi untuk meningkatkan daya tubuh anak. Fitonutrien dapat meningkatkan produksi sel darah putih sehingga mampu melawan infeksi dan virus.

Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya fitonutrien dapat melindungi anak dari penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung di usia dewasa.

Selain itu, sayuran yang mengandung belerang atau sulfur seperti brokoli, kangkung, dan bayam, serta sayuran berdaun gelap lainnya sarat vitamin B yang membantu kerja detoksifikasi tubuh dari polusi atau paparan kimia.

Jika anak menolak atau tak doyan sayur, cobalah diolah dengan bentuk sajian lain seperti dicampur dalam jus atau smoothie, atau digiling halus bersama bakso atau makanan favoritnya.

3. Jangan lewatkan imunisasi

ilustrasi anak laki-laki sakitSalah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh anak dari penyakit adalah mendapat vaksin setiap tahun (Foto: IStockphoto/Ridofranz)

Ikuti saran dokter anak mengenai jadwal vaksinasi anak. Imunisasi dimulai pada masa bayi dan terus hingga ia besar untuk mencegah campak, gondong, cacar air, maupun infeksi dan virus lain.

Bagi anak yang mengidap asma atau kondisi kesehatan kronis lainnya, pastikan juga mendapat vaksin flu setiap tahun agar tak memperparah kondisinya. Tak lupa jika bepergian ke luar negeri, mintalah saran pada dokter mengenai vaksinasi yang diperlukan anak.


4. Prioritaskan waktu tidur untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak

Ilustrasi Anak TidurSama seperti orang dewasa, anak juga butuh tidur untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya (Foto: dagon_/Pixabay)

Penelitian terhadap orang dewasa menunjukkan bahwa kurang tidur dapat membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit dengan mengurangi sel pembunuh alami, senjata sistem kekebalan yang menyerang mikroba dan sel kanker, mengutip Parents.

Direktur Pusat Pendidikan dan Penelitian Pediatrik Holistik di rumah sakit anak Boston dr. Kathi Kemper mengatakan hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak. Terlebih bayi hingga usia prasekolah yang masih butuh tidur siang untuk memaksimalkan daya tahan tubuhnya.

"Bayi memerlukan waktu tidur hingga 16 jam sehari, balita sekitar 11 hingga 14 jam, dan anak-anak prasekolah membutuhkan 10 hingga 13 jam. Jika anak tidak bisa atau tidak mau tidur siang, cobalah untuk membaringkannya lebih awal," ujar Kemper.

Tidak cukup tidur membatasi kemampuan tubuh untuk menghasilkan protein yang disebut sitokin yang membantu melawan infeksi dan mengurangi peradangan.

Karenanya, ajak anak tidur lebih cepat terlebih jika keesokan harinya mereka harus pergi sekolah. Agar tubuhnya lebih siap melawan kuman yang menghampiri mereka.

5. Biarkan anak bermain di luar rumah

Ilustrasi Anak Bermain PasirMembiarkan anak bermain di luar bisa meningkatkan daya tubuh anak karena tubuhnya mendapatkan vitamin D dari matahari (Foto: Kaboompics/Pixabay)

Tak ada salahnya membiarkan anak bermain di luar rumah ketimbang hanya terkurung di dalam ruangan.

Bermain di luar tidak hanya untuk membuat tubuhnya aktif bergerak dan menghirup udara segar, tetapi juga agar mereka mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.

Vitamin D sangat berhubungan dengan autoimunitas. Setiap sel dalam tubuh membutuhkan vitamin D untuk mencegah dan melindungi diri dari penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1, radang usus, lupus, psoriasis, da sebagainya.

Ketimbang membiarkan anak hanya menonton TV dan bermain game, ajaklah mereka berjalan-jalan, bersepeda, berenang, atau sekadar barbekyu di halaman rumah selagi hari cerah.

Beraktivitas di luar ruangan merupakan cara yang baik bagi tubuh untuk aktif bergerak sekaligus mendapatkan asupan vitamin D.

6. Ingatkan rajin mencuci tangan

A cropped shot of a young woman washing her hands in her bathroomMencuci tangan dengan sabun dapat menghilangkan kuman dan penyakit yang menyerang daya tahan tubuh anak (Foto: Istock/PeopleImages)

Selain membiarkan anak bereksplorasi di luar ruangan, ajari mereka untuk selalu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas apa pun.

Tangan merupakan media transmisi kuman dan virus. Setelah bersin, batuk, dari kamar mandi, usai bermain di luar, menyentuh hewan, langsung minta mereka mencuci tangan.

Tak lupa digosok dengan sabun selama 20 detik kemudian bilas dengan air mengalir untuk menghilangkan bakteri dan virus dan mengurangi risiko infeksi paru-paru hingga 45 persen.

Kendati mencuci tangan tidak secara langsung meningkatkan imunitas, tetapi ini cara yang tepat untuk mengurangi risiko ancaman virus yang menyerang daya tahan tubuh anak.

Untuk membantu anak-anak menerapkan kebiasaan mencuci tangan di rumah, biarkan mereka memilih sendiri handuk dan sabun cuci tangannya berdasarkan warna dan aroma yang lucu dan menyenangkan.

7. Bebaskan rumah dari asap rokok

Ilustrasi Anak Sendirian di RumahAnak yang perokok pasif akan lebih rentan terkena asma dan gangguan pernapasan (Foto: Thedanw/Pixabay)

Jika Anda atau pasangan merokok, berhentilah. Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya yang dapat membunuh sel-sel dalam tubuh.

Ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Atlanta Beverly Kingsley mengatakan anak-anak lebih rentan terhadap efek berbahaya dari perokok pasif karena mereka bernapas lebih cepat

"Ditambah lagi, sistem detoksifikasi alami anak juga belum sepenuhnya berkembang," ujarnya.

Anak yang menjadi perokok pasif akan rentan terkena bronkitis, infeksi telinga, dan asma. Asap rokok juga dapat memengaruhi kecerdasan dan perkembangan neurologisnya.

Jika orang tua tidak bisa berhenti merokok, cegah paparan asap rokok pada anak dengan merokok di luar rumah dan menjauh dari jangkauan anak.

8. Minimalkan penggunaan antibiotik

ilustrasi antibiotik

Memberikan antibiotik meski anak hanya terserang flu atau sakit tenggorokan adalah ide yang buruk.

Ahli pediatri dan kesehatan masyarakat di Fakultas Kedokteran Universitas Boston Howard Bauchner mengatakan antibiotik hanya mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, sementara sebagian besar penyakit pada masa anak-anak disebabkan oleh virus.

Ketika tubuh terlalu banyak mendapatkan antibiotik, bakteri akan menjadi resisten dan lebih sulit disembuhkan dengan pengobatan standar di kemudian hari. Selain memusnahkan bakteri patogen, antibiotik juga mematikan bakteri baik dalam usus.

9. Gunakan minyak esensial

Ilustrasi Kamar AnakMemberikan sedikit minyak esensial di rumah atau di kamar anak dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan efek menenangkan, dan sebagai terapi pernapasan (Foto: niekverlaan/Pixabay)

Memberikan wewangian minyak esensial seperti eucalyptus dan oregano di dalam rumah dapat meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara yang menyenangkan dan mudah. Kedua jenis minyak esensial tersebut terbukti memiliki kemampuan antibakteri dan bagus untuk daya tahan tubuh.

Eucalyptus memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang kuat yang umum digunakan untuk pengobatan penyakit pernapasan serta merangsang sistem kekebalan tubuh.

Sementara oregano, mengandung senyawa yang dapat membantu mengurangi batuk, asma, bronkitis, serta mulas dan kembung, mengutip Medical News Today.

Meski tak mungkin menghindari semua penyakit, tetapi 9 cara meningkatkan daya tubuh di atas dapat memberikan anak perlindungan ekstra dari serangan penyakit.

Selalu dampingi anak dalam melatih kebiasaan baik dan bersih, mengingat sistem kekebalan individu anak tentunya bervariasi.

(fef)

[Gambas:Video CNN]