Memeluk Pasangan Bikin Tidur Lebih Nyenyak

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 20:56 WIB
Ilustrasi disfungsi seksual wanita. Ilustrasi. Tidur bersama pasangan ditemukan dapat meningkatkan kualitas tidur. Hal ini dianggap sebagai bentuk dari kedalaman hubungan di antara pasangan. (Istockphoto/ Gmast3r)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ingin tidur malam yang lebih berkualitas? Tidur bersama pasangan seraya saling memeluk dapat membantu tidur lebih nyenyak.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pasangan yang tidur bersama mengalami peningkatan kualitas tidur, khususnya pada fase rapid eye movement (REM).

REM merupakan salah satu tahap penting dalam proses tidur secara keseluruhan. REM dibutuhkan tubuh untuk mengonsolidasikan ingatan, mengatur emosi, dan memecahkan masalah. REM juga yang menjadi alasan di balik munculnya mimpi tidur.


Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry ini menemukan bahwa pasangan memiliki periode REM yang tidak terganggu saat tidur bersama. Berbeda dengan saat tidur seorang diri, rata-rata mengalami fase REM yang terganggu.

Pasangan yang tidur bersama juga saling menyinkronkan pola tidur mereka. Para peneliti menganggap hal tersebut sebagai tanda kepuasan dan kedalaman hubungan.

Peneliti bahkan menemukan, semakin tinggi pentingnya hubungan dalam kehidupan mereka, semakin kuat sinkronisasi tidur dengan pasangan.

Penelitian dilakukan terhadap belasan pasangan muda dan sehat. Di dalam laboratorium tidur, proses tidur belasan pasangan ini dipantau selama empat malam, baik saat tidur seorang diri atau bersama pasangan.

Asian woman sleeping in bed at home and looking very peaceful - lifestyle conceptsIlustrasi. Tidur bersama pasangan membuat fase REM tak terganggu. (Istockphoto/andresr)

Pasangan yang tidur bersama mengalami peningkatan gerakan tungkai. Namun, hal tersebut tak memengaruhi kualitas tidur.

"Tubuh Anda akan sedikit terlihat aneh saat tidur dengan seseorang, tapi tidak dengan otak Anda," ujar penulis studi sekaligus ahli psikiatri Henning Johannes Drews, melansir CNN.

Kendati demikian, jumlah partisipan dalam penelitian ini masih terbilang sedikit. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung hipotesa tersebut.

"Tidur dengan pasangan mungkin memberikan Anda dorongan ekstra mengenai kesehatan mental, ingatan Anda, dan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif," kata Drews.

Fase Tidur REM

Proses tidur diketahui memiliki empat fase yang berbeda. REM umumnya muncul pada fase ketiga dan keempat dalam tidur, sebagai fase tidur paling dalam.

Fase REM umumnya dimulai sekitar 90 menit setelah tertidur. Ini-lah waktu bagi tubuh dan otak sibuk menyimpan ingatan, mengatur suasana hati, dan bermimpi.

Tidur yang berkualitas membuat seseorang akan mengalami beberapa kali fase REM yang menghabiskan sekitar 25 persen dari total waktu tidur.

(asr)

[Gambas:Video CNN]