5 Tips Agar Jamur Enoki Aman Dikonsumsi

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 17:20 WIB
A closer look on human hand using enoki mushroom for garnishing as part of food preparation in Malaysia. Ilustrasi. Terlepas dari bakteri Listeria yang ditemukan, jamur enoki mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Lakukan beberapa cara agar jamur enoki aman dikonsumsi. (iStockphoto/Alex Liew)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabar mengenai ditemukannya bakteri Listeria monocytogenes di jamur enoki menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Jamur enoki yang dipasok dari Korea Selatan dianggap menjadi sumber penyebaran listeriosis, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Listeria.

Listeria monocytogenes merupakan bakteri yang ditemukan di dalam tanah dan air. Bakteri ini juga terdapat dalam makanan mentah dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar jamur enoki tetap aman saat dikonsumsi.


Jamur enoki merupakan bagian dari kelompok jamur yang tipis dan bertangkai panjang. Enoki juga disebut sebagai jamur jarum emas atau jamur musim dingin.

Terlepas dari bakteri Listeria yang ditemukan, jamur enoki sendiri pada dasarnya memiliki sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Enoki menjadi salah satu sumber terbaik vitamin B yang penting untuk menjaga kesehatan otak dan mengolah makanan menjadi energi.

Mengutip berbagai sumber, berikut cara mengolah dan menggunakan jamur enoki agar aman dikonsumsi.

1. Kenali karakter jamur enoki

Ada banyak jenis jamur enoki liar yang tumbuh di seluruh dunia, terutama di Jepang, China, dan Korea.

Mengutip NDTV, enoki liar umumnya memiliki warna kecokelatan dengan batang yang lebih tebal. Sedangkan enoki yang umum dibudidaya hadir dengan warna yang lebih putih dan batang yang ramping.

2. Cara menyimpan jamur enoki

Tak ada salahnya menyimpan bahan makanan seperti jamur enoki di dalam lemari pendingin atau kulkas. Hanya saja, pastikan temperatur udara dalam kulkas diatur dengan tepat.

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyebut, temperatur udara menjadi kunci pencegahan bakteri Listeria. Suhu udara yang tepat dapat memperlambat pertumbuhan bakteri Listeria.

Atur temperatur lemari pendingin pada suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah.

Selain itu, atur juga waktu simpan jamur enoki di dalam lemari pendingin. Ikuti tanggal penggunaan yang berlaku dalam kemasan. Semakin lama disimpan dalam lemari pendingin, semakin banyak peluang Listeria untuk berkembang.

Pastikan pula lemari pendingin selalu dalam keadaan bersih. Bersihkan kulkas secara teratur dengan air panas dan detergen cair.

Miso soupIlustrasi. Terlepas dari ditemukannya bakteri Listeria, jamur enoki pada dasarnya mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. (iStockphoto/ma-no)

3. Cara mencuci jamur enoki

Jangan lupa untuk mencuci jamur enoki sebelum dimasak.

Mengutip One Green Planet, buang batang yang tampak berlendir dan berubah warna. Setelah dibuang, cuci jamur enoki dengan air dingin. Kemudian potong bagian batang yang lebih keras.

4. Tidak dikonsumsi mentah

Sebagian orang percaya bahwa jamur enoki bisa dikonsumsi dalam kondisi mentah. Namun, sejumlah ahli tetap menyarankan Anda untuk memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi,

"Kebanyakan jamur harus dimasak. Alasannya adalah karena jamur mengandung banyak sekali serat yang sebagian besar tidak dapat dicerna oleh manusia," ujar ahli botani Christopher Hobbs, mengutip situs Fresh Cap Mushrooms.

Proses pemanasan dapat memecah beberapa serat dalam jamur enoki yang tidak larut. Tak hanya itu, memasaknya terlebih dahulu juga dapat membersihkan jamur dari segala jenis patogen yang mungkin menempel.

5. Masak dengan cara yang tepat

Bakteri Listeria bisa 'diusir' dengan proses memasak yang tepat. Anda disarankan untuk memasak jamur enoki dengan suhu mulai dari 75 derajat Celcius.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]