Pemenuhan Hidrasi untuk Atasi Kecemasan Hadapi New Normal

Danone AQUA, CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 19:51 WIB
Aqua (Iklan) Pemenuhan kebutuhan hidrasi sangat berpengaruh terhadap fungsi kognitif manusia. (Foto: Dok. Danone-AQUA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Indonesian Hydration Working Group Diana Sunardi mengungkapkan data yang menyebut 1 dari 4 orang dewasa, serta 1 dari 5 anak dan remaja di Indonesia masih belum mencukupi kebutuhan hidrasi. Studi menunjukkan, dehidrasi dapat mengganggu fungsi kognitif dan berdampak terhadap suasana hati seseorang.

Menurut Diana, gangguan fungsi kognitif manusia dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi lingkungan, dan faktor internal seperti kondisi dalam tubuh. Jika seseorang mengalami dehidrasi, hal itu dapat memperburuk tingkat kecemasan dan memperbesar dampak negatif pada kualitas hidup.

Fungsi kognitif sendiri, kata Diana, memegang peranan penting dalam mengatur persepsi, cara berpikir, kemampuan mengingat, dan merasakan emosi.


"75 persen otak manusia terdiri dari air, apabila tubuh kehilangan sedikitnya 2 persen saja dari jumlah total air dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh kita, termasuk otak. Akibat dari fungsi kognitif dan mood yang terganggu, seseorang akan merasa konsentrasinya menurun, mudah mengantuk dan lelah, serta lebih mudah cemas dan tegang," katanya.

Diana menegaskan, amat penting untuk memperhatikan frekuensi minum air demi menjaga kelancaran fungsi otak dan memelihara kesehatan tubuh. Meski kebutuhan hidrasi setiap orang tergantung pada banyak faktor, namun orang dewasa sehat dan aktif pada umumnya membutuhkan sekitar dua liter air setiap hari, atau setara empat botol air mineral ukuran 600 ml.

Ia menambahkan, "Untuk memastikan aliran nutrisi dan hidrasi yang cukup guna menjaga fungsi fisiologis tubuh, sebaiknya kita mengawali dan mengakhiri hari dengan minum air. Minumlah air secara berkala dan sebelum gejala dehidrasi muncul, seperti rasa haus."

Senada, praktisi mindfulness dan emotional healing Adjie Santosoputro mengatakan penting untuk menyeimbangkan asupan air dan nutrisi, serta mengelola pikiran dengan baik untuk mengurangi rasa cemas yang berlebihan. Termasuk saat tubuh mengalami dehidrasi, maka kondisi tubuh secara keseluruhan dan kondisi emosional turut terganggu.

Salah satu cara mengendalikan kecemasan, menurut Adjie, adalah dengan memahami konsep mindfulness, yaitu melatih pikiran agar sadar secara penuh dan hadir secara utuh di sini-kini. Menjadi mindful akan membantu diri meningkatkan fokus pikiran, menjaga emosi, serta menciptakan hidup yang lebih bahagia dan tenang.

Danona-AQUA berkomitmen menjaga kesehatan jiwa dan raga masyarakat Indonesia, terlebih di masa new normal. Antara lain, dengan menyediakan air minum berkualitas dari sumber yang terlindungi.

"Sebagai perusahaan yang percaya pentingnya menyebarkan kebaikan, kami ingin terus mengingatkan masyarakat untuk selalu memenuhi kebutuhan hidrasi sehat harian agar mengurangi risiko dehidrasi yang bisa mempengaruhi tingkat kecemasan," ujar Danone-AQUA Brand Director, Intan Ayu Kartika.

Intan menjelaskan, AQUA amat memperhatikan proses pengambilan air dengan mengutamakan prinsip melindungi alam untuk melindungi masyarakat.

"Kami sadar bahwa kami tidak mungkin bisa menyediakan hidrasi sehat tanpa menjaga dari hulunya. Maka, Danone-AQUA berkomitmen untuk terus memastikan sumber air alami kami yang tersebar di Indonesia terlindungi keberlanjutan ekosistemnya," ujarnya.

Intan menambahkan, seseorang dapat mengetahui seberapa banyak air minum yang dibutuhkan oleh tubuh dengan mengunjungi situs ini. Selain itu, dalam masa adaptasi new normal, perlu juga diperhatikan nutrisi makanan yang dikonsumsi, cukup berolahraga, serta menjaga jiwa dan raga.

(rea)