Tips Tidur Berkualitas untuk Orang Tua Baru

Tim, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 16:51 WIB
Ilustrasi Ibu dan Anak Ilustrasi: Salah satu masalah ketika masa transisi menjadi orang tua baru adalah perkara jam tidur. Padahal tidur berkualitas berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. (Foto: yc0407206360/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kurang tidur, menjadi masalah yang kerap dihadapi para orang tua baru menyusul kehadiran sang bayi. Bagi sebagian orang, perkara jam tidur ini dialami sepanjang satu hingga dua bulan. Tapi sebagian orang tua lain boleh jadi harus menjalani lebih lama lagi, hingga setahun.

Sebuah studi menemukan bahwa pasangan yang baru menjadi orang tua kehilangan waktu tidur hingga 44 hari sampai bayinya berusia setahun. Durasi itu setara dengan rata-rata lima jam tidur malam.


Survei oleh Ergoflex itu dilakukan ke 1.812 peserta di Inggris. Para responden berusia di atas 18 tahun itu lantas diberikan sejumlah pertanyaan mengenai tidur.

Hasilnya, orang tua baru akan mengalami pengurangan waktu tidur hingga paling tidak setahun. Hal ini mengakibatkan orang tua lebih mudah marah, kurang produktif dan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Itu sebab untuk mengatasi kekurangan jam itu tersebut, salah satu saran yakni orang tua diminta ikut tidur saat bayi sedang tidur--yang bisa sampai 18 jam sehari untuk bayi baru lahir. Berikut tips lainnya.

Tidur saat bayi tidur

Aturan kunci bagi orang tua yang baru mengasuh anak adalah, mengikuti keinginan bayi dan tidur saat bayi Anda tidur. Setiap kali menidurkan maka berarti Anda juga harus ikut tidur.

Hal tersebut artinya, Anda harus mengabaikan terlebih dulu daftar tugas, mematikan telepon genggam, dan menjaga ketenangan agar bayi tak terbangun.

ilustrasi bayiIlustrasi: Ikut tidur saat bayi tidur adalah aturan kunci bagi para orang tua baru. (Foto: Istockphoto / Simon Dannhauer)

Jalan kaki pagi hari

Paparan sinar matahari pada pagi hari dapat mengatur ulang ritme sirkadian Anda setelah malam-malam tanpa tidur. Aktivitas berjemur ini juga membantu bayi mengembangkan siklus tidur-bangun yang teratur.

Selain itu, dikutip dari Sleep Foundation, Anda juga disarankan untuk melakukan olahraga pagi sehingga membuat tidur siang jadi lebih mudah.

Hindari berbagi tempat tidur

Meskipun tergoda untuk meringkuk dan tidur berkualitas adalah prioritas, maka yang terbaik adalah tempatkan kembali bayi Anda ke box atau ranjangnya setelah selesai menyusui.

Tidur sendiri di kasur berpotensi meningkatkan peluang tidur Anda lebih baik dan berkualitas.

Mintalah bantuan

Minta tolong ke pasangan, orang tua, saudara dekat atau teman Anda untuk bergantian tugas menjaga bayi. Dengan begitu, Anda punya kesempatan untuk mengganti jam tidur yang terlewat dengan tidur siang yang pendek.

Bahkan 15 menit menutup mata pada siang hari dapat bermanfaat untuk tubuh dan pikiran.

Meskipun kelelahan ekstrem merupakan hal normal selama masa-masa awal menjadi orang tua, namun eskalasi dan beban juga harus Anda perhatikan. Jangan sampai tingkat kelelahan kelak mengganggu kemampuan Anda dalam mengambil keputusan yang tepat ataupun menjalankan fungsi sehari-hari.

Jika kelelahan berlanjut dan Anda sulit mengatasi, ada baiknya membicarakan dengan pasangan atau bisa berkonsultasi ke dokter. Dikutip dari Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan kemungkinan depresi pascapersalinan, dan begitupun sebaliknya, depresi pascapersalinan akan membuat orang tua baru lebih sulit tidur nyenyak.

(NMA/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK