Keutamaan, Tata Cara, dan Niat Puasa Tarwiyah

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 16:05 WIB
Terdapat sejumlah keutamaan dalam puasa tarwiyah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1441 H atau bertepatan dengan 29 Juli 2020. Ilustrasi. Terdapat sejumlah keutamaan dalam puasa tarwiyah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1441 H atau bertepatan dengan 29 Juli 2020. (iStockphoto/Zeferli)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puasa tarwiyah adalah puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sebelum Hari Raya Idul Adha. Terdapat sejumlah keutamaan, tata cara, dan niat puasa tarwiyah.

Puasa tarwiyah merupakan salah satu puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah, bagian dari 10 hari yang dicintai Allah SWT. Puasa tarwiyah mendapatkan tempat istimewa sehingga diberi nama khusus, begitu pula puasa Arafah.

Puasa tarwiyah dilakukan setiap tanggal 8 Dzulhijjah. Pada tahun 2020, puasa tarwiyah bertepatan dengan Rabu, 29 Juli.


Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa tarwiyah memiliki beberapa keutamaan seperti berikut.

1. Amalan yang utama

Dalam kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menyebut berpuasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah.

"Bahkan sangat disunahkan untuk berpuasa di hari-hari ini. Karena puasa termasuk amalan yang paling utama," tulis Imam Nawawi.

Puasa pada sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah itu termasuk puasa tarwiyah.

"Dari kesembilan hari tersebut ada puasa yang disebut dengan puasa Arafah yaitu puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, ada juga puasa tarwiyah yaitu puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah," kata ahli fiqih ustaz Muhammad Ajib kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

2. Puasa yang dilakukan Rasulullah SAW

Dalam Hadis Riwayat Abu Dawud juga disebutkan Rasulullah SAW berpuasa pada sembilan hari di bulan Dzulhijjah, termasuk puasa tarwiyah. Melakukan puasa tarwiyah, berarti juga meneladani sunah rasul.

"Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka berkata, 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya'," hadis riwayat Abu Dawud.

3. Seperti berpuasa setahun

Hadis yang diriwayatkan Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas mengibaratkan puasa tarwiyah seperti berpuasa satu tahun penuh.

"Siapa yang puasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan untuk puasa pada hari tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan puasa hari arafah seperti puasa dua tahun," bunyi hadis tersebut.

ilustrasi puasaIlustrasi. Puasa tarwiyah merupakan salah satu puasa sunah yang dilakukan pada 1-9 Dzulhijjah yang memiliki banyak keutamaan. (iStockphoto/seksanwangjaisuk)

4. Pahala yang besar di sisi Allah SWT

Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang menjalankan puasa tarwiyah.

"Orang yang melakukannya akan memperoleh pahala yang besarannya hanya Allah saja yang mengetahuinya," Ustaz KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

5. Dijauhkan dari api neraka

Puasa tarwiyah juga disebutkan dapat menghapus dosa selama satu tahun. Allah juga akan membalas setiap nafsu, makan, dan minum, yang ditahan selama berpuasa serta menjauhkan orang yang berpuasa dari api neraka.

Tata Cara Puasa Tarwiyah

Puasa tarwiyah dilakukan sama seperti menjalani puasa wajib di bulan Ramadan. Diawali dengan niat dan menahan hawa nafsu hingga tenggelam matahari yang ditandai dengan waktu Magrib.

Niat puasa tarwiyah, 8 Dzulhijjah, 29 Juli 2020

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya:

Saya berniat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta'ala.

Niat puasa tarwiyah dapat diucapkan di dalam hati atau dilafalkan menggunakan bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Jalani pula puasa tarwiyah dengan khusuk agar keutamaan puasa tarwiyah bisa diraih.

(ptj/asr)

[Gambas:Video CNN]