Jahe Merah Disebut Akan Diuji Klinis Jadi Immunomodulator

Bintang Toedjoe, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 09:21 WIB
Jahe merah disebut bermanfaat sebagai antibakteri dan antiinflamasi untuk mencegah infeksi virus dan penyakit. Ilustrasi Covid-19. (Foto: iStockphoto/alvintus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Obat herbal yang diklaim bisa meredakan COVID-19 pada satu pekan terakhir viral menjadi perbincangan masyarakat. Obat yang berasal dari bahan herbal disebut mampu menyembuhkan dan mencegah virus Corona.

Hanya saja, penting diingat hingga saat ini belum ada obat yang terbukti secara klinis bisa menyembuhkan corona. Guna menghindari klaim-klaim serupa di masa depan, masyarakat diimbau tetap waspada dan bijak terkait obat-obatan yang beredar.

Di masyarakat Indonesia, herbal sendiri sering dimanfaatkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Salah satunya adalah jahe merah yang dimanfaatkan untuk menjaga sistem imun.


Kandungan gingerol, zingerone, gingerin, phenolic, serta minyak atsiri di dalam jahe merah juga terindikasi bermanfaat sebagai antibakteri dan antiinflamasi untuk mencegah infeksi virus dan penyakit. Bahkan, saat ini jahe merah disebut memiliki efek immunomodulator yang dapat meningkatkan respons sistem imun.

Terkait itu PT Bintang Toedjoe berencana untuk mengadakan uji klinis terkait manfaat dan khasiat jahe merah agar terbukti secara ilmiah. PT Bintang Toedjoe juga membuka kesempatan bagi lembaga riset ataupun universitas untuk ikut berpartisipasi dalam uji klinis ini

Terkait hal tersebut, sebagai herbal asli Indonesia, jahe merah diharap bisa menjadi andalan masyarakat dalam menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi saat ini.

(rea)