Mengenal Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diidap Jessica Mila

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 15:02 WIB
Skoliosis, sebagaimana yang diidap Jessica Mila, merupakan kelainan struktur tulang belakang yang membuat punggung terlihat bengkok. Skoliosis, sebagaimana yang diidap Jessica Mila, merupakan kelainan struktur tulang belakang yang membuat punggung terlihat bengkok.(Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktris Jessica Mila belum lama ini mengungkap kondisi skoliosis yang diidapnya. Skoliosis merupakan kelainan pada struktur tulang belakang yang membuat punggung terlihat bengkok ke samping.

Lekukan tulang pada pengidap skoliosis umumnya bersifat ringan. Namun, kondisi tersebut bisa semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Tak jarang skoliosis bisa memicu sakit punggung dan masalah kesehatan lainnya.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa yang menyebabkan skoliosis. Namun, para ahli meyakini ada faktor genetik dan bawaan lahir yang berperan dalam timbulnya skoliosis.


Selain itu, mengutip Mayo Clinic, kondisi saraf tertentu seperti cacat lahir, cereblal palsy, dan distrofi otot juga bisa memicu skoliosis. Cedera dan infeksi tulang belakang juga disebut turut berkontribusi.

Selain itu, kebiasaan sehari-hari yang buruk juga disebut dapat memicu skoliosis. Ahli fisiologi anatomi Labana Simanihuruk mengungkapkan kebiasaan buruk itu antara lain, duduk menyilangkan kaki, menduduki dompet yang disimpan di saku celana belakang, membawa beban berat, menulis sambil tiduran, dan belajar sambil menelungkupkan badan.

"Belajar sambil tiduran atau menelungkup dan duduk meliuk-liuk di sofa itu dapat memicu berputarnya tulang belakang," kata Labana beberapa waktu lalu.

Gejala skoliosis berbeda pada anak dan dewasa. Mengutip WebMD berikut gejala skoliosis.

Gejala Skoliosis pada Anak

Skoliosis umumnya muncul saat seseorang berusia 8-10 tahun. Gejala akan bertambah buruk seiring berjalannya waktu. Berikut gejalanya:

- tinggi kedua bahu tidak sama

- salah satu pinggul lebih tinggi atau menonjol

- tulang rusuk menonjol

- lengan tidak menggantung langsung di samping badan saat anak berdiri tegak

- kedua sisi punggung terlihat berbeda

Gejala Skoliosis pada Dewasa

Skoliosis saat usia dewasa umumnya telah diidap sejak remaja. Sebagaimana skoliosis, gejala bertambah parah seiring waktu berjalan.

Artis Jessica Mila saat berkunjung ke redaksi CNN Indonesia.com, Jakarta, 3 Desember 2019Foto: CNN Indonesia/ Hesti Rika
Artis Jessica Mila saat berkunjung ke redaksi CNN Indonesia.com, Jakarta, 3 Desember 2019

Sering kali, sakit punggung menjadi gejala skoliosis pada orang dewasa. Nyeri berasal dari kerusakan di tulang punggung. Tulang belakang yang melengkung dapat memberi tekanan pada saraf di dekatnya dan menyebabkan gejala seperti mati rasa.

Berikut gejalanya:

- bahu dan/atau pinggul tidak rata

- benjolan di punggung bawah

- mati rasa, lemak, atau nyeri di kaki

- kesulitan berjalan

- kesulitan berdiri tegak

- perasaan lelah

- sesak napas

- benjolan tulang di persendian tulang belakang

- merasa cepat kenyang saat makan

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]