Vulvodynia, Saat Seks Terasa Menyakitkan

tim, CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 03:29 WIB
Saat timbul rasa sakit, iritasi dan rasa tidak nyaman di seputar area vagina, bisa jadi Anda mengalami vulvodynia Saat timbul rasa sakit, iritasi dan rasa tidak nyaman di seputar area vagina, bisa jadi Anda mengalami vulvodynia(Merry Wahyuningsih)
Jakarta, CNN Indonesia --

Buat sebagian wanita, seks bisa terasa sangat menyakitkan. Namun ini bukan cuma menyoal vaginismus. Saat timbul rasa sakit, iritasi dan rasa tidak nyaman di seputar area vagina, bisa jadi Anda mengalami vulvodynia. General practitioner, Roger Henderson dalam tulisannya di laman Netdoctor menjelaskan vulvodynia adalah kondisi yang mempengaruhi wanita yang hingga kini tidak dikenali sebagai kondisi medis.

Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang sulit dijelaskan, ada sensasi seperti terbakar, sakit yang menyengat atau iritasi pada vulva termasuk labia, lubang vagina dan klitoris.

Gejala utamanya adalah rasa sakit yang intens pada area vulva. Namun pada beberapa kasus, wanita merasakannya sampai bagian anus dan paha dalam. Rasa sakit bisa bervariasi pada tiap orang mulai dari bengkak, rasa menyengat hingga sensasi terbakar yang sulit hilang.  


Akan tetapi, jika ada rasa sakit di area vulva karena kondisi medis, maka diagnosisnya bukan vulvodynia melainkan 'rasa sakit pada vulva karena gangguan spesifik'. Diagnosis vulvodynia dipakai sebagai saat tidak ada kondisi medis sebagai penyebab.

2 tipe vulvodynia

Kondisi vulvodynia bisa terbagi menjadi dua yakni,

Generalized vulvodynia (vulvodynia umum), mengacu pada nyeri di berbagai area vulva di waktu berbeda dan bersifat sporadis. Ada tipe yang baru terasa sakit saat disentuh, ada pula yang terasa sakit meski tidak ada sentuhan. Saat wanita mengalami keduanya kondisi ini disebut vulvodynia campuran.

Localized vulvodynia (vulvodynia terlokalisasi), rasa nyeri timbul di satu area dan makin buruk saat ada sentuhan atau tekanan seperti saat berhubungan seks atau duduk dan termasuk kritorodinia atau sakit hanya pada klitoris.

Penyebab vulvodynia

Sayangnya hingga kini belum ada bukti klinis penyebab vulvodynia. Ada anggapan vulvodynia timbul karena kerusakan saraf sebagai efek persalinan normal atau sariawan vagina. Kemudian ada beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko vulvodynia antara lain, endometriosis, interstitial cystitis (peradangan kronis pada saluran kemih), sindrom iritasi usus, fibromyalgia, dan lelah kronis.

Meski kondisi ini cukup jarang terjadi, vulvodynia termasuk kondisi kronis. Namun karena menyangkut area sensitif, wanita kerap merasa malu dan merasakan sakit dalam waktu lama, lalu stres sampai mempengaruhi kesehatan psikoseksual dan hubungan.

Perawatan vulvodynia

Masih banyak riset yang perlu dilakukan untuk menemukan terapi terbaik untuk mengatasi vulvodynia. Namun melansir dari Hello Sehat, ada beberapa langkah medis yang biasa diambil jika ada kondisi seperti ini misalnya pengobatan atau pemberian resep antidepresan trisiklik atau antikonvulsan dari dokter, blok saraf atau terapi dasar panggul (pelvic floor).

Selain itu ada beberapa langkah termasuk langkah psikologis untuk mengontrol rasa sakit. Ada poin-poin yang perlu jadi perhatian antara lain,

* menghindari sabun yang mengandung emolien
* menghindari sabun kewanitaan, penggunaan semprotan air, sabun berpewangi
* menghindari penggunaan celana dalam ketat
* mengenakan celana dalam dari katun 

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]