Waspada Gejala Usus Buntu yang Bisa Berbahaya

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2020 13:10 WIB
Jika tidak ditangani dengan cepat, peradangan pada usus buntu bisa mengancam nyawa. Kenali sejumlah gejala usus buntu sebagai peringatan awal. Ilustrasi. Kenali beberapa gejala usus buntu sebagai tanda peringatan awal. (iStockphoto/wildpixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyakit usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi saat apendiks atau kantung yang menjadi bagian dari usus besar mengalami peradangan. Kenali beberapa gejala darurat usus buntu.

Peradangan terjadi saat ada penyumbatan pada usus buntu. Penyumbatan umumnya membuat bakteri berkembang biak dengan cepat dan membuat usus menjadi iritasi dan bengkak.

Jika tidak ditangani dengan cepat, peradangan pada usus buntu bisa pecah dan melepaskan berbagai bakteri berbahaya ke sejumlah organ yang ada di dalam perut.


Pecahnya usus buntu adalah situasi yang bisa mengancam jiwa. Umumnya, kondisi pecahnya usus buntu ditandai oleh beberapa gejala yang bisa menjadi peringatan awal bagi Anda.

Apendisitis sendiri menyebabkan beberapa gejala, seperti berikut:

- sakit perut

- demam ringan

- mual

- muntah

- kehilangan selera makan

- sembelit

- diare

Tak semua orang mengalami gejala yang sama. Namun, penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter secepat mungkin saat mengalami gejala. Mengutip Healthline, usus buntu bisa pecah setelah 48-72 jam dari munculnya gejala.

Anda disarankan untuk segera mendatangi rumah sakit jika mengalami salah satu dari gejala berikut.

1. Sakit perut

Apendisitis biasanya mengakibatkan rasa nyeri dan kram di seluruh bagian perut.

Usus buntu yang membengkak dan meradang akan mengiritasi lapisan dinding perut yang dikenal sebagai peritoneum. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang tajam, yang umumnya terjadi di bagian kanan bawah perut.

Namun, beberapa orang memiliki usus buntu yang terletak di belakang usus besar. Mereka umumnya akan merasakan nyeri di bagian punggung bawah atau panggul saat mengalami penyakit usus buntu.

2. Demam ringan

Apendisitis biasanya menyebabkan demam antara 37,2-38 derajat Celcius.

Pecahnya usus buntu akan menyebabkan infeksi yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Demam lebih dari 38,3 derajat Celcius yang disertai peningkatan detak jantung bisa menandakan pecahnya usus buntu.

3. Gangguan pencernaan

Apendisitis bisa menimbulkan mual dan muntah. Anda juga mungkin kehilangan nafsu makan, sembelit, atau diare parah.

Jika Anda kesulitan buang air besar, hal ini juga menjadi salah satu tanda gangguan sebagian atau keseluruhan dari usus.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]