Pesona Ekowisata di Tangkahan

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 17:30 WIB
Menapakkan kaki di Tangkahan, pengunjung akan disambut dengan udara segar, air sungai mengalir jernih, dan kawanan gajah Sumatera yang jadi ikon Tangkahan. Menapakkan kaki di Tangkahan, pengunjung akan disambut dengan udara segar, air sungai mengalir jernih, dan kawanan gajah Sumatera yang jadi ikon Tangkahan. (Foto: Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagai tujuan wisata wilayah tropis, Indonesia memang terkenal dengan pantai dan atraksi budaya bagi kalangan wisatawan.

Namun, di negeri Zamrud Khatulistiwa ini juga menyimpan banyak sekali destinasi wisata #DiIndonesiaAja yang siap memberikan pengalaman baru yang mengesankan, salah satunya lewat aktivitas ekowisata.

Secara garis besar ekowisata berbeda dengan konsep pariwisata pada umumnya. Ekowisata adalah bentuk pariwisata yang melibatkan kunjungan ke kawasan alami yang masih murni, tanpa merusak atau mengganggu habitat aslinya.


Saat mencoba kegiatan ekowisata, pengunjung akan merasakan pengalaman segar yang pastinya tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Selain bisa bersenang-senang, wisatawan bisa sambil ikut melestarikan alam, mempertahankan keutuhan budaya lokal, sekaligus membantu perekonomian masyarakat setempat.

Tujuan ekowisata yang masih belum banyak terjamah adalah Tangkahan. Ini adalah kawasan konservasi alam yang sering disebut sebagai surga tersembunyi di Sumatera Utara.

Destinasi ini memang tergolong kurang beken di Indonesia, tapi bagi wisatawan asing, ekowisata Tangkahan cukup populer.


Merasakan Keajaiban Hutan Hujan Tropis di Tangkahan

Kemenpar (iklan)Foto: Dok. Kemenpar
Kemenpar (iklan)

Tangkahan terletak di Langkat, kabupaten paling utara di Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Aceh.

Kawasan seluas 17 ribu hektare, yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser, merupakan rumah bagi 380 spesies burung dan 129 spesies mamalia.

Untuk menuju Tangkahan, pengunjung bisa menyewa kendaraan dari Bandar Udara Kualanamu.

Tapi jika ingin merasakan perjalanan ala backpacker, bisa juga menggunakan bus damri dari Bandara Udara Kualanamu menuju Terminal Pinang Baris, setelah itu lanjutkan perjalanan dengan bus ke arah ekowisata Tangkahan.

Ketika memasuki gerbang ekowisata Tangkahan, pengunjung bisa dengan mudah menemukan pusat informasi.

Di tempat ini, pengunjung bisa bertanya dan memesan aktivitas yang ingin dilakukan di Tangkahan. Biasanya, akan ada satu pemandu yang menemani selama berada di Tangkahan.

Kondisi alam di Ekowisata Tangkahan terbilang masih sangat lestari, hal ini karena Tangkahan masuk dalam kawasan hutan hujan tropis Sumatera.

Ketika menapakkan kaki di tempat ini pengunjung akan disambut dengan udara segar, air sungai mengalir jernih, dan tentunya kawanan gajah Sumatera yang menjadi ikon Tangkahan.

Jangan khawatir mati gaya jika berkunjung ke Tangkahan, karena ada banyak aktivitas yang berhubungan dengan alam bisa dicoba.

Mulai dari trekking, river tubing, berkemah, mandi di air terjun, berenang di sungai, dan bermain bersama gajah sambil memandikan atau memberi makan.

Tentunya ketika bermain bersama gajah, pengunjung ditemani oleh mahout (pawang), karena keamanan dan keselamatan pengunjung di Tangakahan adalah prioritas.

Jika ingin menjajal pengalaman yang lebih menantang, cobalah untuk trekking di Tangkahan. Tersedia beberapa paket trekking di sini mulai dari family trekking, medium trekking, dan full-day trekking.

Namun aktivitas trekking di Tangkahan terasa kurang lengkap jika tidak dibarengi dengan river tubing, karena duduk santai di atas ban dan menikmati pemandangan sekitar adalah hal yang tak akan tergantikan.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati pesona air terjun yang ada di Tangkahan. Tapi untuk mencapainya diperlukan perjuangan lebih karena harus menyeberangi sungai dan menembus rimbunnya hutan.

Meskipun ketinggian air terjun hanya sekitar tiga meter tapi air terjun ini cukup unik karena airnya hangat, hal ini disebabkan terdapat mata air panas di atas tebing.

Meski demikian, semua yang ada di Tangkahan tidak akan bertahan lama jika tidak ada peran serta dan kesadaran dari kita semua.

Untuk itu diperlukan kesadaran untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab agar keasrian dan kelestarian Tangkahan bisa dinikmati hingga generasi selanjutnya.

Selain itu, untuk saat ini kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Klik di sini untuk inspirasi destinasi wisata #DiIndonesiaAja.

(fef)

[Gambas:Video CNN]