Alasan Suara Air Bisa Membuat Perasaan Jadi Tenang

tim, CNN Indonesia | Minggu, 27/09/2020 14:05 WIB
Banyak orang yang merasakan dengan suara air dapat membantu orang merasa tenang dan bahkan tertidur pulas. Apa alasannya? Banyak orang yang merasakan dengan suara air dapat membantu orang merasa tenang dan bahkan tertidur pulas. Apa alasannya? (Cindar Nurista)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang yang merasakan dengan suara air dapat membantu orang merasa tenang dan bahkan tertidur pulas. Beberapa suaranya seperti suara deburan ombak laut, gemericik anak sungai, percikan air terjun, derai hujan.

Tak heran banyak orang memilih untuk mengunduh aplikasi suara air untuk memberi mereka suasana santai dan tenang. Lantas mengapa air yang mengalir ternyata memiliki efek menenangkan yang begitu kuat dan populer?

Sebagian dari jawabannya terletak pada bagaimana otak menafsirkan suara-suara yang didengar. Baik saat terjaga maupun di tengah malam sebagai ancaman atau bukan ancaman.


Suara tertentu, seperti jeritan dan jam alarm yang keras, hampir tidak dapat ditolerir. Namun suara-suara lain, seperti angin di pepohonan dan deburan ombak yang menghantam pantai, cenderung diterima manusia.

"Suara pelan dan mendesing adalah suara non-ancaman, itulah sebabnya mereka bekerja untuk menenangkan orang," kata Orfeu Buxton, seorang profesor kesehatan biobehavioral di Pennsylvania State University dikutip dari Live Science. 

"Suara itu seperti berkata: 'Jangan khawatir, jangan khawatir, jangan khawatir."

Sementara suara yang lebih keras cenderung lebih sulit untuk diterima. Tetapi yang lebih penting daripada volume adalah karakter suara yang dapat memicu sistem kewaspadaan. Sistem ini yang diaktifkan oleh otak dan membuat kita tersentak dari tidur.

"Jenis kebisingan menentukan apakah Anda akan bangun atau tidak, mengontrol volume, karena informasi kebisingan diproses oleh otak kita secara berbeda," kata Buxton.

Hal itu sangat kontras dengan teriakan atau dering telepon yang tiba-tiba mengheningkan cipta. "Dengan teriakan, 'tidak ada suara' dan kemudian langsung mengarah ke nada tinggi membuat kita terbangun," kata Buxton.

Perbedaan akustik antara ancaman mendadak dan non-ancaman ini dibuktikan dalam studi tahun 2012 oleh Buxton di lingkungan rumah sakit. Saat itu dilakukan percobaan dengan memutar alarm bervolume rendah sekitar 40 desibel atau seperti bisikan. Suara ini nyatanya dapat membangunkan peserta studi dari tidur sebesar 90 persen.

Sementara itu, suara helikopter dan lalu lintas, ketika mencapai tingkat teriakan 70 desibel, masih tidak membangunkan peserta sesering alarm, dering telepon, dan bahkan percakapan manusia yang relatif tenang.

Kamuflase akustik

Alasan lain mengapa suara air bisa membantu kita tidur ialah karena suara-suara itu tidak mengancam. Jika suara air dibunyikan dengan keras juga dapat meredam suara-suara yang dapat menimbulkan tanda bahaya di sistem kewaspadaan otak kita.

"Memiliki bentuk suara yang lain juga dapat membantu memblokir suara lain yang tidak dapat anda kendalikan seperti seseorang yang sedang menyiram di toilet," Buxton kata.

Semua itu membuat alat bantu tidur bertema air menjadi populer selama beberapa dekade. Di berbagai media mulai dari kaset hingga compact disk hingga MP3 hingga aplikasi perangkat seluler saat ini memiliki suara air ini.

"Saya pikir aplikasi sangat bagus karena dapat memutar suara itu dan jelas membantu orang tidur," kata Buxton.

Terakhir, Buxton memperingatkan agar tidak bergantung pada perangkat seluler untuk tidur yang lebih nyenyak, karena notifikasi dari ponsel dapat mengganggu tidur.

(ctr/chs)

[Gambas:Video CNN]




ARTIKEL TERKAIT