Studi: Siklus Haid Tak Teratur Naikkan Risiko Kematian Dini

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2020 20:48 WIB
Studi yang melacak kesehatan hampir 80 ribu perempuan selama 24 tahun menemukan hubungan antara siklus menstruasi yang tak teratur dengan kesehatan perempuan. Ilustrasi: Studi yang melacak kesehatan hampir 80 ribu perempuan selama 24 tahun menemukan hubungan antara siklus menstruasi yang tak teratur dengan kesehatan perempuan. (Foto: Thinkstock/9nong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Siklus haid yang tidak teratur dapat menjadi indikator kesehatan perempuan. Studi terbaru menunjukkan terdapat hubungan antara perempuan dengan siklus menstruasi tidak teratur dengan risiko kematian dini.

Studi yang dipublikasikan di jurnal kesehatan BMJ ini menganalisis hampir 80 ribu perempuan tanpa riwayat penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes. Para peneliti melacak kesehatan mereka selama 24 tahun.

Setiap perempuan melaporkan keteraturan siklus menstruasi pada usia 14-17 tahun, 18-22 tahun, dan 29-46 tahun.


Hasilnya, perempuan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur mengalami tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan perempuan dengan siklus haid yang teratur dalam rentang usia yang sama.

Secara detail, perempuan yang melaporkan siklus haid 40 hari atau lebih pada usia 18-22 tahun dan 29-46 tahun lebih mungkin meninggal secara prematur, sebelum usia 70 tahun, dibandingkan perempuan dengan siklus haid berkisar 26-31 hari.

Peneliti mendapati siklus menstruasi yang tidak teratur dan panjang dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi seperti kanker ovarium, penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, dan masalah kesehatan mental sehingga membuat risiko kematian dini meningkat.

Hasil studi ini sudah memperhitungkan faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh lainnya, seperti usia, berat badan, gaya hidup, kontrasepsi, dan riwayat kesehatan keluarga.

Infografis Mengenal Siklus HaidFoto: CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani
Infografis Mengenal Siklus Haid

Namun, penelitian ini menyatakan perempuan dengan siklus haid panjang dan tidak teratur tidak perlu khawatir dengan temuan ini. Alih-alih cemas, perempuan dengan siklus haid tidak teratur disarankan untuk menjaga kesehatan lebih baik dengan menerapkan pola hidup sehat.

"Data ini akan mendorong diagnosis gejala dan patologi menstruasi di masa mendatang sebagai indikator hasil kesehatan jangka panjang dan dapat memberikan kesempatan awal untuk menerapkan strategi pencegahan guna meningkatkan kesehatan perempuan sepanjang umur," ungkap ginekolog Jacqueline Maybin mengomentari studi ini, dikutip dari CNN.

Peneliti juga mengakui studi ini memiliki sejumlah batasan seperti mengandalkan ingatan partisipan.

Penelitian juga bersifat observasional dan hanya dapat menetapkan korelasi, bukan hubungan sebab akibat, antara siklus menstruasi yang tidak teratur atau panjang dengan kematian dini. Faktor tak terukur lainnya dapat mempengaruhi hasil.

(ptj/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK